Dedi Mulyadi Militerisasi Murid Bermasalah, Kemen PPPA Ingatkan Peran Orang Tua

Jumat, 09 Mei 2025, 21:58 WIB

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan kebijakan mendidik murid bermasalah bersama militer. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, mengingatkan bahwa orang tua berperan penting mendampingi anak sehingga butuh kapasitas pengasuhan.

Dia menjelaskan, tujuan anak bermasalah dididik bersama militer dalam rangka melatih karakter. Menurutnya, program tersebut tidak akan berkelanjutan jika orang tua tidak memiliki kompetensi dalam pengasuhan.

Ket. Foto: Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, dalam media talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (8/5). — Sumber: Muhamad Marup

"Orang tuanya kan diberikan peningkatan kapasitas edukasi, sehingga kemudian apabila dia dari barak, dia kembali ke orang tuanya, orang tuanya sudah kompeten," ujar Pribudiarta, dalam media talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (8/5).

Pribudiarta menilai, mesti ada asesmen terhadap kompetensi orang tua murid yang bermasalah tersebut. Menurutnya, asesmen penting karena setiap anak memiliki metode pengasuhan yang berbeda.

"Makanya menangani 200 anak berarti harus ada 200 jenis metode gitu kan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap karakter anak," terangnya.

Dia mengungkapkan, keluarga merupakan wilayah primer dalam pengasuhan anak. Peran pengasuhan bisa digantikan oleh institusi yang menggantikan fungsi pengasuhan, tapi pemenuhan hak anak tersebut harus tetap diprioritaskan.

"Nah itu dia bagian daripada salah satu hak anak, sehingga harus dicari upaya-upaya untuk memastikan bahwa hak pengasuhannya itu tetap terpenuhi," katanya.

Pribudiarta menerangkan, pihaknya masih belum bisa mengevaluasi kebijakan di Jawa Barat. Meski begitu, dia meminta semua pihak mengawal program tersebut bersama-sama sekaligus mendorong ada kebijakan yang lebih holistik.

"Jangan masing-masing terus kemudian bikin program sendiri-sendiri kan. Nanti jadi tidak holistik gitu kan. Karena itulah kita harapkan nanti akan dibangun konsepnya," ucapnya.

Dia menekankan, kedisiplinan anak bukan dipaksakan, tapi ditanamkan. Menurutnya, pembiasaan jadi penting dalam menerapkan kedisiplinan sehingga peran orang tua menjadi penting.

"Nah oleh karena itu bagaimana orang tua juga bisa mengarahkan pada dia bisa berteman dengan yang positif perilakunya," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.