Pertemuan Keuangan G-20 Berakhir Tanpa Konsensus

Sabtu, 01 Mar 2025, 01:00 WIB

CAPE TOWN - Afrika Selatan menyuarakan kekecewaannya karena pembicaraan Kelompok 20 (G-20) yang diselenggarakan mengenai isu-isu ekonomi global berakhir tanpa konsensus setelah  Sejumlah negara anggota tidak menghadiri pertemuan itu dan para delegasi yang hadir masih berbeda pendapat soal pendanaan iklim.

Dikutip dari The Straits Times pada Kamis (27/2), pertemuan dua hari para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Cape Town gagal menghasilkan komunike bersama. Namun, "Ringkasan Eksekutif" yang dikeluarkan oleh tuan rumah mengatakan para peserta "menegaskan kembali komitmen mereka untuk melawan proteksionisme.

Ket. Foto: Menkeu Afrika Selatan, Enoch Godongwana pada konferensi pers penutupan Pertemuan Deputi dan Menteri Keuangan dan Bank Sentral G20 di Cape Town International Convention Centre di Cape Town, — Sumber: AFP/RODGER BOSCH

Ringkasan tersebut menambahkan bahwa mereka telah “mendukung sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, tidak diskriminatif, adil, terbuka, inklusif, setara, berkelanjutan, dan transparan,” menggunakan beberapa kata yang telah ditentang keras oleh pemerintahan Trump.

Afrika Selatan berharap untuk menjadikan G-20 sebagai platform untuk memberikan tekanan pada negara-negara kaya agar berbuat lebih banyak dalam mengatasi perubahan iklim, dan memberi lebih banyak bantuan untuk transisi negara-negara miskin menuju energi hijau serta mereformasi sistem keuangan yang lebih mengutamakan bank investasi dengan mengorbankan debitur negara miskin.

Namun pembicaraan itu dibayangi oleh ketidakhadiran beberapa kepala keuangan utama - seperti dari Amerika Serikat, Tiongkok, India, dan Jepang - dan pemotongan bantuan asing oleh negara-negara ekonomi besar seperti Amerika Serikat dan Inggris dengan latar belakang meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menteri Keuangan Afrika Selatan, Enoch Godongwana mengatakan dia “tidak senang” pertemuan G-20 tidak dapat mengeluarkan komunike bersama.

"Saya dapat katakan sekarang ada masalah-masalah spesifik yang akan menjadi tantangan, (seperti) pendanaan iklim. Ada perbedaan pendapat mengenai jalan ke depan," kata Godongwana dalam sebuah konferensi pers.

Namun ia menambahkan: “Telah ada kesepakatan umum yang menentang proteksionisme dan fragmentasi ekonomi.”

Dinamika Global

Negara-negara G-20 menyumbang 85 persen dari produk domestik bruto global dan 75 persen dari perdagangan internasional. Kelompok ini dibentuk sebagai respons terhadap krisis keuangan Asia tahun 1999 untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi guncangan lintas batas negara.

Ringkasan ketua telah menjadi ciri pertemuan multilateral di mana para peserta tidak mencapai konsensus formal.

Mengenai ekonomi global, ringkasan tersebut mencatat bahwa pola pertumbuhan bervariasi antarekonomi dan mengatakan berbagai risiko dan tren telah dibahas.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.