RI Bakal Alami Kerentanan Pangan Jika Kebergantungan Impor Bawang Putih Tak Dikurangi

Selasa, 25 Feb 2025, 10:14 WIB

JAKARTA-Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali I Nengah Muliarta mengatakan, kebergantungan Indonesia pada impor bawang putih menjadi sorotan yang semakin mendesak. Meskipun upaya memperkuat produksi dalam negeri telah dilakukan, kenyataannya masih jauh dari optimal. 

"Rencana Kemendag untuk mengimpor 21 ribu ton bawang putih pada Maret 2025 dan 14.600 ton pada April 2025 mencerminkan ketidakmampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik secara mandiri,"tegas Muliarta pada Koran Jakarta, Senin (25/2).

Ket. Foto: Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali I Nengah Muliarta — Sumber: istimewa

Masalah ini ujarnya berakar dari berbagai faktor. Pertama, ketersediaan dan kualitas bawang putih lokal sering kali tidak dapat bersaing dengan produk impor. "Banyak petani kita yang masih menggunakan teknologi dan praktik pertanian tradisional, yang mengakibatkan hasil panen yang tidak maksimal,"paparnya

Selain itu, kurangnya akses terhadap bibit unggul dan pelatihan dalam teknik budidaya modern menambah tantangan yang dihadapi.

Kebergantungan pada impor tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada stabilitas harga di pasar. Ketika harga bawang putih impor lebih murah, petani lokal terpaksa menjual produk mereka dengan harga yang lebih rendah, yang pada gilirannya mengancam keberlangsungan hidup mereka. Selain itu, kebergantungan ini memunculkan risiko keamanan pangan. 

Dalam situasi global yang tidak menentu, seperti krisis kesehatan atau konflik internasional terangnya, pasokan bawang putih bisa terhambat, dan ini bisa berakibat serius bagi ketersediaan pangan dalam negeri.

Untuk mengatasi isu ini, kita perlu melakukan investasi yang serius dalam teknologi pertanian dan memberikan pelatihan bagi petani. "Pemerintah juga harus mendukung kebijakan yang mendorong produksi lokal, termasuk memberi subsidi dan akses ke pasar yang lebih baik,"ucap Muliarta.

Selain itu, penelitian untuk mengembangkan varietas bawang putih yang sesuai dengan kondisi iklim lokal sangat penting. Dalam konteks ini, ketergantungan pada impor bawang putih seharusnya menjadi sinyal bagi kita untuk berbenah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, kita dapat membangun kapasitas produksi dalam negeri yang lebih kuat, sehingga ketergantungan ini dapat berkurang. "Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kemandirian pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,"pungkas Muliarta.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut pada Maret 2025 akan masuk impor bawang putih sebesar 21 ribu ton, dan April 2025 sebesar 14.600 ton. "Rencananya pada Maret ini akan masuk 21 ribu ton dan bulan April 14.600 ton. Ini berdasarkan informasi dari direktorat terkait (Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri), terkait dengan PI yang dimiliki pengusaha," ujar Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Pengamanan Pasar Tommy Andana dalam Rapat Inflasi Daerah secara daring di Jakarta, Senin,(24/2).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.