Trump Segera Umumkan Tarif Impor Mobil, Semikonduktor, dan Farmasi

Jumat, 21 Feb 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (19/2) mengatakan akan mengumumkan kebijakan tarif impor mobil, semikonduktor, dan farmasi paling lambat bulan depan atau bisa lebih cepat.

Kebijakan itu ditempuh Trump untuk meningkatkan pungutan baru guna memperkecil defisit perdagangan Amerika, meningkatkan manufaktur dalam negeri, dan mencapai tujuan kebijakan lainnya.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump. — Sumber: ROBERTO SCHMIDT/AFP

Trump telah mengumumkan rencana untuk mulai mengenakan tarif 25 persen pada semua impor baja dan aluminium pada 12 Maret, dan berusaha untuk mengenakan tarif “timbal balik” pada impor AS selain dorongannya untuk bea masuk pada mobil, chip dan barang-barang lainnya.

“Saya akan mengumumkan tarif untuk mobil, semikonduktor, dan chip, obat-obatan, farmasi, dan kayu, mungkin, dan beberapa hal lainnya selama bulan depan atau lebih cepat,” kata Trump dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Future Investment Initiative Institute.

“Ini akan berdampak besar pada Amerika,” tambahnya.

Dia menegaskan kembali bahwa perusahaan yang tidak memproduksi barang mereka di Amerika akan dikenakan tarif.

“Kami akan menghidupkan kembali bisnis kami. Jika mereka tidak membuat produk mereka di Amerika, maka mereka harus membayar tarif,” katanya.

“Jika mereka benar-benar membuat produk mereka di Amerika, mereka tidak perlu membayar tarif apa pun, Semuanya akan mendatangkan triliunan dollar AS ke kas negara kita atau itu berarti tidak akan ada pajak karena kita ingin memiliki basis yang adil,” kata Trump.

Keamanan Nasional

Selain rencana pengenaan tarif, Trump juga kembali mengulangi keinginannya agar AS mengambil kendali atas Greenland demi keamanan nasional.

“Kita sangat memerlukan Greenland demi keamanan nasional dan keamanan internasional, kita harus melakukan sesuatu dengan Greenland,” katanya kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, seperti dilaporkan Forbes.

Saat ditanya apakah masalah itu menjadi hal yang dibahas dengan para pejabat Eropa dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump mengatakan tidak.

“Kita harus memiliki Greenland karena alasan keamanan nasional, terutama sekarang, dibanding 20, 30 tahun lalu ketika mereka juga membahas hal tersebut,” kata Trump.

“Kalian tahu, mereka sudah dari dulu membicarakan hal itu. Bertahun-tahun lalu mereka berbicara tentang Greenland. Tetapi sekarang dengan persenjataan modern, pesawat, dan kecepatan pesawat, dan semua hal, kita harus memiliki Greenland,” katanya.

Greenland, yang berada di bawah kedaulatan Denmark sejak 1953, telah menarik minat Trump karena lokasinya yang strategis dan potensi sumber daya mineralnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.