Ditemukan Strain Padi Baru untuk Kesehatan Jantung

Senin, 17 Feb 2025, 01:30 WIB

BEIJING – Tiongkok kembali mencatatkan terobosan di bidang pertanian dan kesehatan dengan keberhasilan ilmuwan mereka dalam menciptakan strain padi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Tim ilmuwan Tiongkok baru-baru ini menggunakan teknik penyuntingan gen untuk mengembangkan strain padi baru yang dapat menghasilkan koenzim CoQ10, menawarkan nutrisi yang menyehatkan jantung bagi konsumen.

Ket. Foto: Petani memanen padi di Danzhai di provinsi Guizhou, Tiongkok. — Sumber: AFP/China OUT

“Penelitian kami berfokus pada peningkatan manfaat kesehatan dari makanan pokok yang dikonsumsi oleh miliaran orang setiap hari. Dengan strain padi ini, kami ingin memberikan solusi yang lebih baik bagi mereka yang peduli dengan kesehatan jantung,” ujar salah satu ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini.

Dikutip dari Antara pada Minggu (16/2),CoQ10 merupakan antioksidan yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia, dan sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, terutama kesehatan jantung.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi antioksidan yang larut dalam lemak ini akan berkurang. Oleh karena itu, menambahkan suplemen tambahan ke dalam makanan dapat memberikan manfaat.

Namun, tanaman pangan sereal seperti padi, serta sayuran dan buah-buahan tertentu, pada dasarnya mensintesis CoQ9.

Setelah melakukan analisis evolusi terhadap variasi alami enzim Coq1 di lebih dari 1.000 spesies tanaman terestrial dan menerapkan teknik pembelajaran mesin, tim peneliti dalam studi ini menggunakan penyuntingan gen untuk memodifikasi lima asam amino utama enzim Coq1 pada padi, menciptakan varietas padi baru yang mampu mensintesis CoQ10.

Keberhasilan ini mendapat perhatian luas, terutama di tengah meningkatnya kasus penyakit jantung secara global. Strain padi baru ini berpotensi menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit kardiovaskular, khususnya di negara-negara yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok.

Suplemen Nutrisi

Diterbitkan secara daring di jurnal Cell pada Jumat (14/2), studi tersebut mengungkapkan bahwa peningkatan kandungan CoQ10 tidak berdampak pada hasil panen padi.

Menurut Xu Jingjing, salah satu penulis pertama studi itu sekaligus associate researcher di Kebun Raya Chenshan Shanghai (Shanghai Chenshan Botanical Garden) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS), studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa CoQ10 tetap relatif stabil selama proses pemanasan.

Hal itu mengindikasikan bahwa memasak tidak secara signifikan memengaruhi kadar CoQ10.

Khususnya, jika seseorang mengonsumsi beras yang mengandung CoQ10 ini setiap hari, mereka dapat memperoleh tambahan sekitar 1 hingga 2 miligram CoQ10 per hari.

"Asupan rata-rata CoQ10 dari daging adalah sekitar 2 hingga miligram per hari. Dengan demikian, kandungan CoQ10 dalam beras yang baru dikembangkan ini sebanding dengan yang terkandung dalam daging, sehingga dapat berfungsi sebagai suplemen nutrisi yang efektif untuk makanan sehari-hari," kata Xu.

Zhao Qing, seorang peneliti di Kebun Raya Chenshan Shanghai, meyakini bahwa penelitian yang dilakukannya "telah mengungkap hukum evolusi tanaman selama ribuan tahun."

Dia menambahkan bahwa pencapaian menciptakan spesies padi baru tidak hanya berlaku untuk kasus-kasus spesifik seperti CoQ10, tetapi juga menawarkan pendekatan universal untuk penelitian biologi lainnya.

"Biologi sintetis pada hakikatnya adalah tentang belajar dari alam," ujar Zhao.

Selain itu, studi ini menjadi contoh bagaimana big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat membantu dalam pemuliaan tanaman. Menurut tim peneliti tersebut, sejumlah studi serupa telah membuat kemajuan dalam hal pengembangan opsi gandum.

Tim peneliti yang bertanggung jawab atas studi padi itu juga mencakup tim peneliti dari Pusat Keunggulan Ilmu Tanaman Molekuler CAS/Pusat Penelitian Chenshan Shanghai serta Institut Genetika dan Biologi Perkembangan yang berbasis di Beijing di bawah naungan CAS.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.