Menteri UMKM Soroti Tantangan Digitalisasi yang Dihadapinya
Kamis, 13 Feb 2025, 21:55 WIBJakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti sejumlah hal yang menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM memasarkan produknya melalui langkah digitalisasi.
Dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis, Maman mengatakan salah satu keluhan dari para pengusaha adalah adanya peningkatan biaya pemasaran di platform digital.
âDi sisi lain sering kali ada laporan, biaya pemasaran dulu hanya sebesar 2 persen, kini angkanya meningkat menjadi rata-rata 8-12 persen, perlu ada regulasi yang lebih jelas untuk memastikan keseimbangan antara keberpihakan terhadap UMKM dan keberlanjutan bisnis e-commerce,â kata Maman di Jakarta pada Kamis (13/2).
Namun, ia tetap mendorong pengusaha UMKM agar ikut memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya lebih luas lagi.
âSuka tidak suka mereka harus beradaptasi dengan digitalisasi termasuk penjualan via ecommerce, hal itu juga terus kita dorong,â ujarnya.
Dalam konteks persaingan global, Menteri Maman juga menyinggung maraknya produk impor, khususnya dari China, yang membanjiri pasar Indonesia.
Ia menegaskan bahwa menutup akses platform digital bukanlah solusi jangka panjang.
âLangkah terbaik yang bisa dilakukan adalah memastikan produk UMKM agar dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan harga yang lebih kompetitif,â kata Maman.
âSalah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah melalui sistem klasterisasi dalam produksi, yang dapat diimplementasikan melalui holding UMKM,â ujar dia menambahkan.
Selain itu, Maman pun menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem UMKM.
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam penyediaan pelatihan bagi pengusaha UMKM.
Ia menjelaskan bahwa ketimbang membangun pusat pelatihan baru, kementeriannya akan memanfaatkan balai latihan kerja (BLK) yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan pendekatan ini, pelatihan bagi UMKM dapat berjalan lebih efisien, tanpa harus membebani anggaran dengan pembangunan infrastruktur baru.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Nyaris Tak Bergerak Sepekan Ini, Cermin Lesunya Daya Gerak Pasar Saham
-
Gubernur Andra Soni : Program Sekolah Gratis di Banten Telah Jangkau 60 Ribu Siswa
-
Capaian nomor induk berusaha UMKM
-
Wali Kota: Adminduk Kota Bandung Harus Berbasis Digital, Inklusif, dan Responsif
-
Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Tembus 500 Juta Meski Harga Selangit
-
Russia-Turki Menawarkan Diri sebagai Penengah, Iran Tetap Bersikeras Tolak Dialog
-
Gubernur: Pemprov DKI Berkomitmen Terus Tingkatkan Layanan Transjakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.