Agar Harga Tidak Bergejolak, Pemda Diminta Perkuat Neraca Pangan Daerah
Kamis, 13 Feb 2025, 13:50 WIBJAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk semakin memperkuat neraca pangan daerah masing-masing guna memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Indonesia.Â
Hal ini disampaikannya dalam Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jelang Ramadan yang digelar secara hybrid dan dihadiri oleh kementerian/lembaga terkait, BUMN pangan, asosiasi, pelaku usaha serta dinas urusan pangan provinsi dan kabupaten/kota, pada Rabu (12/2). Â
"Kita harapkan bersama agar masing-masing menyiapkan neraca pangan dan kebutuhan masing-masing daerah. Ada dua yang harus dijaga, yaitu kondisi pangan di tingkat konsumen dan juga di tingkat produsen," ujar Arief.Â
Arief menekankan bahwa neraca pangan yang akurat dan terintegrasi akan membantu Pemda dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna mengantisipasi potensi defisit maupun surplus pangan di daerahnya masing-masing.
"Penguatan neraca pangan sangat penting agar kita memiliki data yang akurat dalam pengelolaan stok, distribusi, dan intervensi pangan. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan kecukupan pangan di wilayahnya melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan terkait," jelasnya.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa dengan adanya neraca pangan yang kuat, Pemda dapat lebih efektif dalam mengantisipasi fluktuasi harga dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar, terutama pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Ia mengungkapkan salah satu komoditas yang banyak permintaan jelang puasa adalah cabai.Â
"Tolong dilihat baik-baik kondisi stok cabai se-Indonesia, dan mengenai cabai di daerah masing-masing. Cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai merah besar, cabai keriting. Bapak Ibu Dinas Pangan tolong dicek masing-masing, kalau harganya tinggi nanti kita komunikasi segera koordinasi untuk lakukan Fasilitas Distribusi Pangan. Namun harus dicatat bahwa sebelum panen harus dikoordinasikan sehingga bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi," urai Arief.Â
Adapun berdasarkan prognosa neraca pangan nasional, pemerintah memastikan stok pangan aman khususnya menghadapi momentum Ramadan. "Stok beras di Bulog sampai kemarin (11/2/2025) sebesar 1,9 juta ton. Tahun ini pemerintah menugaskan Bulog serap sebanyak 3 juta ton setara beras, harusnya akan ada 5 juta ton sehingga dengan intervensi pemerintah maka di akhir tahun diharapkan stok level bisa di 2 juta ton," pungkas Arief.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Invasi Pasukan Korea Utara di Seoul, Rilis Call of Duty: Modern Warfare 4 Sulut Kontroversi?
-
Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia
-
Menkeu Katakan Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026
-
Buntut Panjang Ketegangan Timur Tengah, Uni Eropa Beri Sanksi Baru untuk Iran
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
-
Marquez Raih Kemenangan ke-100, Sapu Bersih MotoGP Hungaria
-
Aksi Pemadaman Lampu di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.