Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog: Kurangnya Informasi Baru Dapat Mengubah Persepsi Waktu pada Otak

📅 Senin, 10 Feb 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Psikolog: Kurangnya Informasi Baru Dapat Mengubah Persepsi Waktu pada Otak Doc: ANTARA/Pexels/Oleksandr P

JAKARTA - Psikolog klinis Dr Kimberly Chew mengatakan semakin tua usia menyebabkan otak semakin lambat menyerap informasi baru yang mengubah persepsi terhadap waktu.

Hal ini membuat saat usia bertambah waktu terasa semakin cepat karena menurunnya pengalaman baru atau “kejadian pertama” yang melibatkan emosi, seperti hari pertama sekolah, hari pertama ke luar negeri dan sebagainya.

“Itulah sebabnya sepuluh tahun pertama masa kanak-kanak sering kali terasa lebih lambat dan lebih berkesan, Momen-momen ini menonjol karena bersifat baru dan melibatkan emosi,” kata dia sebagaimana dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (9/2).

“Banyak dari kita juga terbiasa dengan rutinitas, ketika hidup menjadi rutinitas, hari-hari kita mulai bercampur, membuat waktu terasa kurang jelas dan lebih seperti berlalu begitu saja,” imbuh dia.

Dr Chew menjelaskan bahwa persepsi kita terhadap waktu sangat erat kaitannya dengan cara kita memproses informasi visual. Saat masih anak-anak, otak kita menyerap banyak sekali gambar dan pengalaman baru, sehingga waktu terasa lebih lambat dan lebih luas.

Namun, saat dewasa, otak kita menerima lebih sedikit gambar baru karena sebagian besar gambar yang kita temui sudah kita kenal. Dengan lebih sedikit masukan baru, waktu terasa berlalu lebih cepat. Berkurangnya asupan informasi visual baru ini adalah alasan lain mengapa tahun-tahun terasa kabur, kata Chew.

Ia juga menambahkan penggunaan media sosial juga memiliki dampak terhadap perubahan persepsi waktu ketika bertambahnya usia.

Psikolog sosial Jonathan Haidt menjelaskan bagaimana menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia virtual – tempat interaksi tidak dialami secara langsung – dapat membuat orang merasa lebih terputus daripada terhubung.

Dr Chew menambahkan bahwa kurangnya koneksi ini tidak hanya meningkatkan kemungkinan timbulnya gangguan suasana hati atau kecemasan, karena orang-orang di media sosial sering kali berpikir tentang berada di tempat lain daripada hadir, tetapi juga membuat mereka merasa terpisahkan dari waktu dan kenyataan.

Ia memberikan saran untuk lebih menikmati waktu dengan cara menciptakan pengalaman baru yang bisa membuat jangkar memori untuk memperjelas waktu. Liburan singkat, perjalanan darat, atau menjelajahi sudut-sudut tersembunyi di kota yang sudah kita kenal dapat membantu.

Dia merekomendasikan aktivitas yang meningkatkan kreativitas dan perhatian, keduanya dapat membantu memperlambat persepsi kita tentang waktu.

Untuk benar-benar menikmati waktu dan menghindari perasaan terjebak dalam satu fase kehidupan, kita perlu memproses pengalaman masa lalu kita daripada membiarkannya berlama-lama tanpa terselesaikan.

“Jika tidak memproses peristiwa penting dengan benar, pikiran kita mungkin secara tidak sadar akan melekat pada peristiwa tersebut, membuat kita merasa seperti sedang berjalan otomatis alih-alih melangkah maju dengan sehat,” kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.