Tiongkok Pertanyakan Alasan Sejumlah Negara Tutup Akses ke DeepSeek

Jumat, 07 Feb 2025, 12:30 WIB

BEIJING - Pemerintah Tiongkok mempertanyakan alasan sejumlah negara membatasi akses ke DeepSeek, model kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan rintisan Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan bahwa pemerintahnya menentang dalih keamanan nasional untuk melarang penggunaan DeepSeek serta politisasi di bidang perdagangan dan teknologi.

Ket. Foto: Tampilan laman DeepSeek. — Sumber: deepseek.com

"Kami akan tegas melindungi hak dan kepentingan hukum perusahaan Tiongkok," kata dia dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (6/2).

Kemunculan DeepSeek mengguncang dunia teknologi, terutama di AS, yang selama ini menjadi kiblat pengembangan AI.

Kemampuan V3, model AI yang dibuat DeepSeek dengan biaya jauh lebih rendah, disebut-sebut mengungguli model buatan OpenAI dan Meta.

Akhir Januari, harga saham NVIDIA —produsen cip AI— sempat mengalami penurunan lebih dari 10 persen setelah kemunculan DeepSeek.

Sejumlah negara telah melarang kantor-kantor pemerintahan menggunakan DeepSeek dengan alasan keamanan data.

"Izinkan saya untuk menekankan bahwa pemerintah Tiongkok sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai hukum," kata Guo Jiakun.

Pemerintah Tiongkok, kata dia, tidak pernah meminta dan tidak akan pernah meminta siapa pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara ilegal.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.