Sabalenka Waspadai Kejutan Keys
Sabtu, 25 Jan 2025, 06:47 WIBMELBOURNE - Madison Keys, yang tengah tampil percaya diri, bersiap menghadapi Aryna Sabalenka dalam laga final Grand Slam Australian Open, Sabtu (25/1). Sabalenka kini sedang mengejar gelar ketiga berturut-turut di Melbourne Park, namun Keys bertekad untuk memberikan perlawanan sengit.
Sabalenka mengatakan dia selalu tampil percaya diri di Australia Open. âMelbourne selalu menjadi tempat yang spesial bagi saya. Saya merasa sangat percaya diri di lapangÂan ini, tapi saya tahu Keys adalah lawan yang sulit. Dia memiliki daya juang yang luar biasa,â ujar dia.
Keys juga berbagi pandangannya menjelang pertandingan: âSaya sudah melalui banyak pertanÂdingan yang ketat di turnamen ini. Menghadapi Aryna jelas akan menjadi tantangan besar, tapi saya siap memberikan yang terbaik. Ini adalah momen yang saya impikan.â
Sabalenka, peringkat satu dunia dan juara 18 kali WTA Tour, tengah berada dalam performa terbaikÂnya di Australia. Sejak kekalahannya dari Kaia Kanepi di babak keempat Australian Open 2022, Sabalenka telah memenangkan 20 pertandingan beruntun di Australia, termasuk dua gelar di Melbourne Park.
Kemenangan Sabalenka atas Elena Rybakina di final 2023 menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya. Saat itu dia bangkit dari kekalahan di set pertama untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya. Tahun ini, Sabalenka terus tampil impresif, meskipun sempat kehilangan set di babak perempat final melawan Anastasia Pavlyuchenkova.
Dalam perjalanan menuju final, Sabalenka mengalahkan Paula Badosa dengan kemenangan straight set hanya dalam waktu satu jam 26 menit. Sabalenka kini menjadi salah satu dari delapan petenis perempuan di era Open yang berhasil mencapai tiga final Australian Open berturut-turut. Jika berhasil menang di laga final, dia akan menjadi petenis perempuan pertama sejak Martina Hingis (1997-1999) yang meraih three-peat di ÂMelbourne.
Keys, unggulan ke-19, menunjukkan ketangguhan luar biasa selama turnamen ini. Dalam perjalanan menuju final, dia menÂcatat kemenangan tiga set atas beberapa lawan tangguh, termasuk Elena Rybakina, Elina Svitolina, dan ungÂgulan kedua Iga Swiatek.
Kemenangan atas Swiatek menjadi momen krusial, ketika Keys mengatasi tekanan setelah kehilangÂan set pertama dan akhirnya menang 5-7, 6-1, 7-6(10-8) dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Kemenangan ini membawa Keys ke final Grand Slam pertamanya sejak US Open 2017, saat dia kalah dari Sloane Stephens. Kini, di usia 29 tahun, Keys menjadi finalis tertua di Australian Open sejak Serena dan Venus Williams pada tahun 2017.
Keys tertinggal 1-4 dalam catatan pertemuan melawan Sabalenka jelang pertemuan keenam mereka. Meski demikian, Keys menunjukkan kemampuan bangkit meski juga memiliki catatan buruk sebelum mengalahkan Swiatek di semifinal.
Sabalenka unggul dalam tiga pertemuan di lapangan keras, termasuk kemenangan di WTA Beijing tahun lalu. Satu-satunya kemenangan Keys terjadi di turnamen lapangan rumput Berlin empat tahun lalu.
Sejak kalah dari Sabalenka di Beijing, Keys mencatat empat kemenangan beruntun atas pemain top-10, termasuk mengalahkan Rybakina dan Swiatek di Australian Open. Kini, ia memiliki  catatan menang-kalah 9-13 melawan pemain elite di turnamen Âbesar. ben/AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Nomor HP Lapor Pak Purbaya (Video Khas Koran Jakarta)
-
Alexander Zverev Amankan Tempat di Semifinal Australia Open Usai Kalahkan Learner Tien
-
Aldila Sutjiadi Siap Tampil di Australia Open 2026, Hadapi Wakil Tuan Rumah di Laga Perdana
-
Carlos Alcaraz Simbol Era Baru Tenis Dunia
-
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera
-
Djokovic Kembali Bertanding, Sinner dan Keys Hadapi Ujian di Hari Kelima Australia Open
-
Wisata Rasa Bumi Pasundan Jadi Referensi Baru Pengembangan Pariwisata Jawa Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.