- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Mengaku Berperan Bes...
Trump Mengaku Berperan Besar dalam Gencatan Senjata di Gaza
Sabtu, 18 Jan 2025, 01:05 WIBWASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Kamis (16/1), mengatakan bahwa gencatan senjata dan perjanjian pembebasan sandera antara Israel dan Hamas tidak akan pernah tercapai tanpa tekanan dari dirinya dan pemerintahan barunya.
Dikutip dari The Daily Star, perjanjian yang akan menukar sandera Israel dengan tahanan Palestina itu, menunggu persetujuan kabinet keamanan Israel sebelum berlaku, setelah itu persyaratan berakhirnya perang secara permanen akan dinegosiasikan. Empat hari menjelang pelantikannya untuk masa jabatan kedua, Trump mengatakan negosiasi tidak akan pernah selesai tanpa tekanan dari timnya, termasuk utusan Timur Tengah, Steve Witkoff.
âJika kita tidak terlibat dalam kesepakatan ini, kesepakatan ini tidak akan pernah terjadi,â kata Trump. âKami mengubah arahnya, dan kami mengubahnya dengan cepat, dan sejujurnya, itu sebaiknya dilakukan sebelum saya mengambil sumpah jabatan,â tambahnya. Kabinet keamanan Israel dijadwalkan bertemu pada hari Jumat untuk membahas ketentuan gencatan senjata, yang akan berlaku paling cepat hari Minggu, tepat sebelum pelantikan presiden Trump pada hari Senin.
Trump mengecam Presiden Joe Biden yang akan lengser karena mengambil keuntungan dari perjanjian gencatan senjata, menyebutnya tidak tahu malu. âDia tidak melakukan apa pun! Jika saya tidak melakukan ini, jika kami tidak terlibat, para sandera tidak akan pernah keluar,â tekannya. Biden telah mengusulkan perjanjian gencatan senjata Mei lalu dengan ketentuan yang mencerminkan kesepakatan yang dicapai minggu ini.
Bebaskan 33 Sandera
Perjanjian gencatan senjata yang sedang dibahas mengusulkan gencatan senjata awal selama 42 hari yang akan membebaskan 33 sandera dan menarik pasukan Israel dari pusat-pusat populasi Gaza. Biden mengatakan fase kedua perjanjian tersebut dapat membawa akhir perang secara permanen.
Dalam wawancara pada hari Kamis, Biden mengatakan dia belum melakukan diskusi baru-baru ini dengan Trump mengenai negosiasi gencatan senjata. Sementara itu, kabinet keamanan Israel pada hari Jumat (17/1) bertemu untuk memberikan suara terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang akan berlaku akhir pekan ini.
Dikutip dari Barron, jika disetujui, perjanjian tersebut akan menghentikan pertempuran dan pemboman dalam perang paling mematikan di Gaza dan memulai pembebasan puluhan sandera yang ditawan di wilayah tersebut sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir, minggu-minggu berikutnya juga akan menyaksikan pembebasan ratusan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel. Gencatan senjata, yang akan dimulai hari Minggu setelah lebih dari setahun perang, akan berlaku pada malam pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. âPertemuan kabinet keamanan untuk membahas dan memberikan suara atas kesepakatan tersebut telah dimulai,â kata seorang pejabat Israel.
âBerdasarkan persetujuan kabinet dan pemerintah, serta pelaksanaan perjanjian, pembebasan sandera dapat dilanjutkan sesuai dengan kerangka kerja yang direncanakan, dengan para sandera diharapkan akan dibebaskan paling cepat pada hari Minggu,â kata kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
 Tim penyelamat Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan puluhan orang, sementara militer Israel melaporkan telah menyerang sekitar 50 target di seluruh wilayah tersebut selama satu hari terakhir. Tetapi bahkan sebelum dimulainya gencatan senjata, warga Gaza yang mengungsi akibat perang ke bagian lain wilayah itu bersiap untuk kembali ke rumah mereka.
 âSaya menunggu hingga Minggu pagi ketika mereka akan mengumumkan gencatan senjata,â kata Nasr al-Gharabli, yang meninggalkan rumahnya di Kota Gaza menuju kamp yang lebih jauh ke selatan wilayah tersebut. âSaya akan mencium tanah air saya, dan saya sudah menyesal meninggalkan Gaza dan tanah air saya. Jika saya meninggal di tanah air saya, itu akan lebih baik daripada berada di sini sebagai pengungsi.â Di Israel, ada kegembiraan tetapi juga kesedihan atas nasib para sandera yang telah meninggal atau terbunuh sejak penangkapan mereka.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kevin Warsh Berjanji akan Mereformasi The Fed Seiring Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga
-
Gulkarmat Jaktim Latih Warga di Lingkungan Permukiman
-
Bandara Batam Tambah Pilihan Penerbangan Langsung ke Yogyakarta
-
Suhu Udara Meningkat, Industri Retail Jepang Hadirkan Perlengkapan Musim Panas
-
Thunder Selangkah Lagi ke Final NBA
-
Francesco Bagnaia Umumkan Pisah dengan Ducati di Akhir MotoGP 2026
-
DPRD Bekasi Usut Dugaan Pencemaran Laut di Tarumajaya, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.