- Home
-
- Luar Negeri
-
- Semoga Ada Solusi Cerdas, ...
Semoga Ada Solusi Cerdas, PM Jepang Ungkapkan Kekhawatiran ke Biden Atas Kesepakatan Akuisi Pabrik Baja
Selasa, 14 Jan 2025, 01:00 WIBTOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang, Shigeru Ishiba, pada hari Senin (13/1), mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat, Joe Biden bahwa pemblokirannya terhadap pengambilalihan US Steel oleh Nippon Steel menimbulkan kekhawatiran kuat di kedua negara.
Dikutip dari Yahoo News, komentar tersebut muncul dalam panggilan telepon tiga arah dengan presiden Filipina yang menurut Gedung Putih juga menyinggung perilaku berbahaya dan melanggar hukum Tiongkok di kawasan tersebut.
Dengan alasan masalah keamanan nasional, Biden membatalkan akuisisi US Steel senilai 14,9 miliar dollar ASÂ oleh Nippon Steel awal bulan ini, yang membuat kesal sekutu dekatnya Jepang di mana Amerika Serikat memiliki sekitar 54.000 personel militer.
"Saya sampaikan kekhawatiran yang kuat tidak hanya muncul di Jepang, tetapi juga di komunitas bisnis AS, dan saya mendesak (Biden) untuk menghilangkan perasaan ini," kata Ishiba kepada wartawan setelah panggilan telepon pada hari Senin.
Memblokir pengambilalihan oleh perusahaan Jepang merupakan hal yang sangat tidak biasa dan kedua firma tersebut telah meluncurkan tindakan hukum, menuduh presiden AS yang akan lengser tersebut melakukan "campur tangan ilegal".
Nippon Steel telah menggembar-gemborkan akuisisi tersebut sebagai jalur hidup bagi pesaingnya di AS yang tengah berjuang, tetapi para penentang memperingatkan kelompok Jepang itu akan memangkas jumlah pekerjanya meskipun ada jaminan sebaliknya.
Pengambilalihan tersebut, yang diumumkan pada tahun 2023, terjadi menjelang pemilihan presiden AS tahun lalu dan terbukti menjadi titik api politik.
US Steel berkantor pusat di negara bagian Pennsylvania dan baik Donald Trump maupun Kamala Harris menentang transaksi tersebut.
Menurut data resmi AS, perusahaan Jepang berinvestasi hampir 800 miliar dollar AS di Amerika Serikat pada tahun 2023, lebih banyak daripada negara lain, dan 14,3 persen dari total. Perusahaan AS juga merupakan investor luar terbesar di Jepang.
Jepang merupakan sekutu strategis dekat bagi Washington karena berupaya melawan Tiongkok yang menegaskan kehadirannya di wilayah sengketa di Laut Tiongkok Selatan.
Perpanjang Waktu
Kedua perusahaan baja tersebut mengatakan otoritas AS telah memperpanjang batas waktu untuk mengakhiri akuisisi hingga tanggal 18 Juni.
Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, yang akan menghadiri pelantikan Trump sebagai presiden AS pada tanggal 20 Januari, mengatakan penting untuk tidak merusak "gambaran besar" hubungan bilateral.
Iwaya mengatakan saat berada di Washington, ia akan mencari cara untuk berunding dengan Marco Rubio, yang dijadwalkan menjadi Menteri Luar Negeri Trump, dan untuk meletakkan dasar bagi pertemuan antara Ishiba dan Trump.
Kyodo News mengutip sumber pemerintah yang mengatakan ini dapat terjadi sebelum pertengahan Februari.
Selama masa jabatan pertama Trump, ia dan Perdana Menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe, menjalin hubungan yang hangat. Pada bulan Desember, Trump bertemu dengan janda Abe di Mar-a-Lago.
Dalam beberapa tahun terakhir, dengan memperhatikan Tiongkok, Washington telah berupaya meningkatkan hubungan strategis dengan Jepang dan Filipina serta Korea Selatan.
Biden, Presiden Filipina Ferdinand Marcos dan pendahulu Ishiba, Fumio Kishida mengadakan pembicaraan di Gedung Putih April lalu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Serangan Siber Menggila, OJK Desak Lembaga Keuangan Bangun 'Perisai Digital'
-
Indonesia-Jepang Sepakat Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
-
Sanae Takaichi Terpilih Sebagai Perdana Menteri Wanita Pertama Jepang
-
Menag RI Apresiasi Arab Saudi Izinkan Ambulans Masuk Arafah Saat Puncak Haji
-
Pemkab Nagan Raya Meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
-
Musisi hingga Influencer Hadir di Pemakaman Vidi Aldiano
-
AS Akhirnya Membuat Tiongkok Tidak Berkutik Dalam Perang Dagang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.