- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kekerasan Meningkat, Dewan...
Kekerasan Meningkat, Dewan Keamanan PBB Prihatin Atas Memburuknya Krisis di Haiti
Rabu, 25 Des 2024, 05:31 WIBNew York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (23/12) menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya krisis di Haiti, mengecam keras aksi kekerasan geng yang terus berlanjut dan menyerukan solidaritas dengan rakyat Haiti.
Dalam sebuah pernyataan pers, para anggota Dewan Keamanan PBB kembali menegaskan keprihatinan mendalam mereka atas krisis politik, ekonomi, keamanan, hak asasi manusia, kemanusiaan, serta kerawanan pangan dan gizi akut yang sedang melanda dan semakin memburuk di Haiti, begitu pula dengan pembatasan akses kemanusiaan di sana.
Para anggota dewan juga menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional untuk terus mendukung rakyat Haiti.
Para anggota dewan mengecam keras aksi kriminal yang terus-menerus dilakukan oleh geng-geng bersenjata dan menekankan pentingnya bagi masyarakat internasional untuk melipatgandakan upayanya dalam menyediakan bantuan kemanusiaan kepada warga setempat.
Selain itu, mereka mendukung Kepolisian Nasional Haiti, termasuk dengan meningkatkan kapasitasnya untuk memulihkan hukum dan ketertiban melalui Misi Dukungan Keamanan Multinasional.
Khususnya, mereka mengecam laporan-laporan mengenai geng bersenjata yang menewaskan sedikitnya 184 orang pada 6 hingga 8 Desember di lingkungan Wharf Jeremie di Port-au-Prince, ibu kota Haiti.
Para anggota dewan menekankan pentingnya menciptakan kondisi keamanan yang kondusif untuk proses politik yang inklusif dan pemilihan umum yang bebas dan adil di Haiti sekaligus mendorong misi tersebut untuk mempercepat pengerahan pasukannya, serta dukungan terhadap misi tersebut.
Para anggota dewan menegaskan kembali kecaman dan keprihatinan mendalam mereka atas seriusnya pelanggaran yang dilakukan terhadap anak-anak di Haiti dan meningkatnya jumlah pelanggaran tersebut.
Mereka juga mengingatkan pentingnya memastikan perlindungan anak dan mendesak semua pelaku, terutama geng dan jaringan kriminal, untuk segera mengakhiri dan mencegah semua pelanggaran terhadap anak-anak.
Selain itu, para anggota dewan menyatakan keprihatinan atas lambatnya kemajuan peta jalan (road map) Haiti untuk memulihkan lembaga-lembaga demokrasi. Mereka menekankan pentingnya progres mendesak dalam transisi politik dan mendesak semua aktor politik untuk terlibat secara konstruktif guna memfasilitasi dan memajukan penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan presiden yang bebas dan adil, serta memulihkan lembaga-lembaga demokrasi secepatnya.
Para anggota dewan juga menyatakan keprihatinan mendalam atas terus berlanjutnya aliran senjata dan amunisi ilegal ke Haiti yang masih menjadi faktor utama ketidakstabilan dan kekerasan. Mereka juga menyerukan diambilnya tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengimplementasikan embargo senjata.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Myanmar Tetapkan Status Darurat di Sejumlah Wilayah Kota
-
Efisiensi Anggaran, Bupati Blora Pangkas Anggaran Internet dari Rp2,5 Miliar Jadi Rp1,9 Miliar
-
DKI siapkan lebih dari Rp200 miliar untuk sekolah swasta gratis
-
PBB: 78 Orang Tewas dalam Bentrokan Antar-geng di Haiti
-
Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Soroti Pentingnya Keadilan Informasi bagi Masyarakat Adat
-
Perkuat Distribusi Air ke Petani: Menteri PU Instruksikan Pembangunan Saluran Tersier
-
Pelayanan publik saat WFH di Aceh Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.