Curah Hujan Tinggi Sebabkan Sejumlah Destinasi Wisata di Daerah Rawan terhadap Bencana

Sabtu, 21 Des 2024, 03:13 WIB

Jakarta - Kementerian Pariwisata menyoroti bahwa curah hujan yang tinggi membuat sejumlah destinasi wisata di sejumlah daerah rawan terhadap bencana jelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Curah hujan yang tinggi pada periode November sampai Desember ini, jadi salah satu penyebab sejumlah daerah bisa jadi rawan terhadap bencana,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024 di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto (kanan) bersama Deputi Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini (kiri) dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024 di Jakarta, Jumat (20/12/2024). — Sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Hariyanto mengatakan curah hujan yang tinggi mendominasi provinsi Jawa, namun provinsi lain tetap harus waspada terhadap potensi serupa.

Sejumlah provinsi lain yang disebut memiliki potensi bencana serupa, khususnya terkait bencana hidrometeorologi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali dan wilayah Nusa Tenggara.

Harianto mengatakan guna mengatasi hal tersebut pihak kementerian sudah menyebarkan surat edaran ke seluruh pemerintah daerah sejak awal bulan Desember 2024. Di dalamnya terdapat pedoman penyelenggaraan berwisata yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Sedangkan lebih jauh, Kementerian Pariwisata pada tanggal 12 Desember telah kembali mengedarkan surat terkait risk assessment, yang tujuannya untuk mengingatkan kembali langkah-langkah mitigasi di lokasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan berdasarkan data yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, wilayah Jawa masih menjadi tempat terjadinya pergerakan wisatawan yang tertinggi selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Hal tersebut menyebabkan pulau Jawa dinilai menjadi daerah yang paling rawan bencana. Apalagi banyak destinasi wisata alam yang akan dikunjungi oleh masyarakat.

"Ini memang jadi fokus perhatian kita. Di sejumlah destinasi alam terbuka seperti pantai, akan kita pantau terus. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ni Luh.

Ni Luh menyebut Kementerian Pariwisata telah melakukan kunjungan ke sejumlah tempat untuk mempersiapkan sejumlah fasilitas publik yang dapat menunjang kenyamanan liburan dan mengurangi risiko bencana.

Misalnya seperti kunjungan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali guna meninjau kesiapan pihak bandara mengurangi kemacetan.

Di Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Ni Luh sendiri meninjau langsung kesiapan mulai dari alur kedatangan, ketibaan kapal, kebersihan toilet yang dapat menunjang kenyamanan seluruh wisatawan sampai dengan sejumlah fasilitas umum berupa monitoring room, customer service hingga ruang menyusui.

Peninjauan langsung selanjutnya juga akan dilaksanakan di berbagai lokasi seperti Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan hingga Taman Safari di Bogor.

Dalam acara tersebut, Kementerian Pariwisata menilai bahwa masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 bakal memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan pariwisata dan ekonomi negara.

Diperkirakan pergerakan wisatawan nusantara selama Desember bakal meningkat hingga 110,7 juta pergerakan, dengan potensi pergerakan ekonomi mencapai sekitar Rp166 triliun. Adapun pergerakan wisatawan mancanegara diproyeksikan sebanyak satu juta hingga 1,32 juta kunjungan dengan perputaran uang mencapai Rp22,5 triliun hingga Rp29,2 triliun.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.