Pagelaran Wayang Mempunyai Makna Filosofis yang Kuat

Rabu, 18 Des 2024, 14:15 WIB

1734505984_b5bbc777acdc2b92942f.jpg

BANJARNEGARA - Wayang kulit merupakan kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang mencintai kesenian.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Setiap pagelaran wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat.

Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro.

Demikian juga, pagelaran wayang kulit merupakan sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Melalui sebuah pagelaran wayang kulit, ki dalang maupun pejabat yang memangku pemerintahan, bisa menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.

Pesan tersebut, tidak hanya sejarah dunia pewayangan atau pelajaran budi pekerti, namun media hiburan warisan leluhur itu kini bisa dijadikan sebagai ajang untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada rakyatnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono mengajak masyarakat untuk tetap nguri-uri budaya jawi, seperti pagelaran wayang kulit yang sekarang ini digelar.

Sejak dahulu pagelaran wayang menjadi sarana untuk pesan atau dakwah kepada masyarakat.

Bahkan, Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu Wali Songo juga mempergunakan media wayang untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Menurutnya, pentas wayang kulit merupakan hiburan yang murah meriah bagi masyarakat.

Selain itu, pagelaran wayang dengan berbagai lakon (cerita) memiliki banyak pelajaran positif yang dikandungnya, seperti pelajaran tentang budi pekerti, keteladan, kepemimpinan, kerja sama hingga strategi berperang.

Menurutnya, wayang kulit merupakan warisan leluhur yang setiap ceritanya mempunyai arti penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Nguri-uri budaya Jawa adalah tangung jawab bersama, salah satunya dengan melestarikan pagelaran wayang.

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari pesan moral yang disampaikan dalam cerita pewayangan, mulai dari segi agama, kebersamaan, persatuan dan kerukunan sesama warga masyarakat,” ujar dia.

Untuk menghidupkan wayang kulit, Ferry mengatakan pihaknya kerap menggelar pentas wayang kulit di sejumlah daerah.

Hal ini untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap wayang kulit sehingga wayang kulit bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Beberapa kali saya menggelar pentas wayang kulit di sejumlah daerah.

Saya senang karena animo masyarakat masih sangat besar.

Mereka menonton dari berbagai pelosok desa, sehingga menumbuhkan perputaran perekonomian di daerah,” katanya.

Seperti diketahui, pada tahun 2003 wayang kulit ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pertama Indonesia dalam kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

“Kalau orang barat saja mengakui wayang kulit sebagai budaya Indonesia, sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan,’’ katanya.

Wayang kulit menggunakan bentuk karakter mitologi yang biasanya dibuat kulit kerbau atau sapi yang dikeringkan.

Wayang kulit bercerita soal pesan dari kepercayaan dan budaya mengenai budi pekerti luhur, atau kritik sosial. (Adv)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.