Pengamat: RI Harus Harus Pertimbangkan Masuk BRICS, Jangan Sampai Mengganggu Hubungan Dagang dengan AS

Selasa, 17 Des 2024, 06:26 WIB

JAKARTA-Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, Indonesia harus berhati-hati dalam mempertimbangkan keanggotaan BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan).

Kenapa demikian karena bisa berdampak besar pada politik luar negeri dan ekonomi. "Menjadi anggota BRICS berarti berhadapan langsung dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang bisa mempengaruhi hubungan diplomatik dan perdagangan,"ucapnya, Senin (16/12).

Ket. Foto: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan dengan menjadi anggota BRICS berarti berhadapan langsung dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang bisa mempengaruhi hubungan diplomatik dan perdagangan — Sumber: istimewa

Untuk saat ini menurut Suhartoko, bersikap netral adalah pilihan terbaik karena AS dan Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia. Dengan bersikap netral, Indonesia dapat:

Keuntungan bersikap netral terangnya bisa meningkatkan daya tawar dalam perjanjian perdagangan. Kemudian, menghindari konflik dengan negara-negara lain serta empertahankan hubungan baik dengan mitra dagang.

Di sisi lain, keanggotaan BRICS bukan tak punya tantangan, ada konflik kepentingan dengan AS dan sekutunya. Kemudian akan berdampak pada posisi Indonesia di ASEAN dan kancah global dan ketergantungan ekonomi pada negara-negara BRICS.

Dirinya memprediksi bahwa hegemoni ekonomi Amerika Serikat (AS) akan mulai terkikis. Hal ini dipicu oleh potensi solidnya negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan) di masa depan.

Menurut Suhartoko, kapasitas ekonomi BRICS telah melampaui AS, sehingga kesepakatan dedolarisasi berpotensi terwujud. Pergeseran ini bisa berdampak positif bagi Indonesia jika mampu memanfaatkan momentum tersebut.

"Dengan mengantisipasi penggunaan dolar AS yang berkurang, Indonesia dapat memperkuat rupiah melalui perjanjian bilateral atau multilateral," ujar Suhartoko.

Implementasi dedolarisasi ini dapat meningkatkan stabilitas rupiah dan memperkuat ekonomi nasional.

Indonesia memang sudah mendaftar untuk bergabung menjadi anggota BRICS, kelompok internasional yang diinisiasi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Hanya saja bergabungnya RI ke BRICS masih berproses. Sampai saat ini, RI masih belum menjadi anggota BRICS.

"Ada proses internal BRICS. Bola (keputusan) di mereka (BRICS)," kata juru bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat beberapa waktu lalu

"Mengenai keputusan anggota-anggota BRICS terhadap aplikasi Indonesia tersebut tentunya akan diserahkan kepada mekanisme yang berlaku di dalam BRICS itu sendiri," kata Roy

Keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS sudah dituangkan dalam surat resmi. Surat itu dibawa oleh Menlu RI Sugiono di KTT BRICS+ di Kazan, beberapa hari lalu. Indonesia ingin bekerja sama dengan negara-negara BRICS dan negara Global South lainnya.

"Diserahterimakan langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov," kata Roy.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa Indonesia memandang pergeseran ekonomi global bukan sekadar ancaman eksternal melainkan juga dapat menjadi sumber peluang bagi negara ini.

Hal itu ia sampaikan dalam acara peluncuran Indonesia Economic Prospects (IEP) oleh Bank Dunia (World Bank) yang diselenggarakan di Jakarta, Senin.

“Dengan lokasi strategis, sumber daya alam, dan populasi muda yang dimiliki, kami berada dalam posisi yang tepat untuk mengubah tantangan ini menjadi pendorong pertumbuhan,” katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.