Platform Digital Ini Bantu Pelaksanaan PAS Lebih Efisien
Minggu, 15 Des 2024, 00:02 WIBJAKARTA-Platform digital yang dikembangkan Telkom untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Pijar Sekolah dinilai sangat membantu pelaksanaan kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) yang digelar secara online. Telkom merupakam BUMN bidang teknologi, Informasi dan komunikasi.
Dari penuturan sejumlah guru dan murid di Jawa Barat, platform digital ini sangat efektif dan efisien. Titi Latifah sebagai Kepala Sekolah SMPN 15 Bandung mengatakan, awalnya selalu berhadapan dengan berbagai tantangan akibat pelaksanaan PAS manual, sekarang bisa bernafas lega berkat hadirnya aplikasi ujian sekolah.Â
âKami beruntung segera menemukan Pijar Sekolah saat kami tengah menghadapi tantangan untuk beralih ke digital. Alhamdulillah, sekarang semua menjadi mudah berkat Pijar Sekolah, koreksi hasil ujian sudah langsung otomatis dari sistem dan kami sudah tidak perlu membawa berkas ke mana-mana lagi. Paling penting, guru-guru bisa istirahat cukup,â kelakarnya, akhir pekan ini.
Kepala Sekolah SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung, Neneng Titin Suryati juga mengatakan kini merasa lega lantaran guru-guru sudah jarang yang membawa pekerjaan ke rumah. âHappy banget karena sekarang guru-guru bisa bekerja lebih efektif dan sudah jarang membawa pekerjaan ke rumah karena semua sudah terbantu secara otomatis dalam aplikasi Pijar Sekolah yang kami pakai,âujarnya.
Sekarang papar Neneng, pihaknya dapat melaksanakan PAS akhir semester ini dengan lancar dan tepat waktu berkat Pijar Sekolah dari Telkom, diikuti oleh 1286 siswa. Proses pengoreksian dan perhitungan nilai juga menjadi lebih cepat juga akurat, sehingga bisa langsung diakses siswa dan orangtua secara realtime. "Kami berharap dengan solusi yang diberikan oleh Pijar Sekolah, kami akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan agar siswa lulusan sekolah kami dapat bersaing di masa depan,â ucap Neneng.
Diketahui, Pijar Sekolah adalah platform digital yang dikembangkan Telkom untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Masih menurut Titi, Pijar Sekolah juga sudah menyematkan remote block yang dapat membantu sekolah meminimalisir indikasi kecurangan saat ujian berlangsung. âFitur remote block yang ada di Pijar Sekolah menjaga anak didik kami dari kecurangan seperti menyontek misalnya, karena ketika mereka membuka tab selain ujian, maka akan terblokir secara otomatis,"ujarnya.
Selain itu, fitur aplikasi ujian sekolah online ini juga sudah dilengkapi dengan analisis butir soal yang dapat membantu guru memonitor hasil ujian siswa per soal dan memilah soal mana yang bisa menjadi evaluasi pasca ujian.
âUjian sekarang lebih praktis, membaca dan menelaah soalnya juga lebih gampang karena menggunakan smartphone selama ujian. Trus, hasilnya juga nggak perlu nunggu lama karena bisa langsung terupdate di aplikasi,â kata Chikal, siswa SMPN 15 Bandung.Â
Sampai Agustus 2024, pengguna fitur CBT Pijar Sekolah di provinsi Jawa Barat sudah lebih dari 200 sekolah dengan jumlah pengguna baik guru dan siswa hampir 100 ribu orang. Keberhasilan pelaksanaan PAS menggunakan aplikasi ujian sekolah tahun ini menjadi cerminan betapa digitalisasi membantu kinerja sekolah menjadi lebih efektif dan efisien.
Ke depannya, tentu kita berharap mutu pendidikan di negara kita tetap terjaga bahkan terus meningkat. Sehingga tidak akan kita dengar lagi keraguan-raguan terhadap kualitas pendidikan siswa lulusan SMA Indonesia dari luar negeri.
Bidang Kurikulum SMAN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung, Ratih. Y. S. rekan-rekannya di SMAN 1 Cisarua merasakan betul bagaimana perubahan terjadi berkat peralihan ke digital. Setelah dihadapkan pada tantangan ujian manual hingga menggunakan aplikasi ujian sekolah online, mereka begitu bersemangat menjalani transformasi ini.
âSekolah kami sangat mendukung transformasi di dunia pendidikan, karena peralihan ini terbukti mampu membuat guru-guru kami bekerja lebih efektif dan efisien. Terutama dalam persiapan, pelaksanaan, hingga PAS dilaksanakan,â ungkapnya
Sebelumnya terang Ratih, menjelang akhir semester seperti ini mereka harus membuat jadwal ujian, merekap nilai, merekap absen, yang membuat kami bekerja hingga larut malam,"keluhnya, akhir pekan ini.
Memang, penyusunan soal hingga pengoreksian jawaban secara manual membuat guru harus mencetak soal dalam jumlah besar, memastikan distribusinya, dan mengoreksi hasil ujian secara individu. Bukan hanya sekadar menyita waktu, juga berpotensi terhadap risiko kesalahan dalam penilaian.Â
Selain itu, tantangan juga akan muncul dari sisi keamanan dan kerahasiaan soal ujian, logistik, termasuk sarana ruang ujian, alat tulis, dan peralatan lain yang bisa saja menjadi kendala bagi sekolah-sekolah dengan sumber daya terbatas.
Tantangan-tantangan semacam inilah yang membuat pemerintah memutuskan PAS dilakukan secara digital menggunakan Computer Test Based (CBT).Â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Telkom dan Katadata Perkuat Ekosistem AI Lewat Kolaborasi dengan Universitas Udayana
-
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan
-
Tindak Lanjuti PP Tunas, Pramono: Pemprov DKI Segera Buat Pergub Turunan
-
Jadwal Kick-off Laga Persib Bandung Versus Arema Dimajukan Pukul 15.30 WIB, Ini Alasannya!
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Wagub Sulsel Dorong Sidrap Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
-
Inggris Menguji Drone Anti-Kapal Selam CAPSTONE
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.