Seluruh Pemda Ditargetkan Miliki MPP pada 2025
Jumat, 13 Des 2024, 06:00 WIBJAKARTA - Kementerian PenÂdayagunaan Aparatur NeÂgaÂra dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan seluruh kabupaten/kota mempunyai mal pelayanan publik (MPP) pada 2025. âAkan tetapi, tentunya kembali lagi pada kesiapan pemerintah daerah,â kata Menteri PANRB Rini Widyantini saat peresmian 42 MPP se-Indonesia di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (12/12).
Ia mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut, maka Kementerian PANRB berfokus untuk mendorong pemerintah daerah (pemda) mengintegrasikan layanannya terlebih dahulu agar masyarakat tidak harus pergi ke berbaÂgai tempat.
Selain itu, dia mengatakan bahwa untuk daerah yang belum mempunyai MPP dapat mengintegrasikan layanan pubÂlik di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
âNanti kalau mereka sudah siap, dan sebagainya, bisnis prosesnya, kemudian juga kan tidak hanya punya pemerintah daerah, karena dari swasta, dari layanan pemerintah pusat, dan sebagainya pun harus ada di situ, maka kami akan membantu memberikan bimbingan untuk bangun mal pelayanan publik,â jelasnya.
Namun, dia mengatakan bahÂwa pendampingan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kementerian PANRB karena tetap membutuhkan pemerintah provinsi. âJadi, kami mendorong setiap provinsi, gubernur, untuk bisa memberikan motivasi kepada kabupaÂten/kota, melakukan pendamÂpingan-pendampingan kepada kabupaten/kota,â ujarnya.
Berdasarkan data KementeÂrian PANRB, sejak 2017 hingga 12 Desember 2024 terdapat 272 MPP. Selain itu, sebanyak 236 kabupaten/kota, dan lima provinsi, yakni Maluku, Papua Barat Daya, Papua PegunungÂan, Papua Selatan, dan Papua Tengah belum memiliki MPP.
Tiga Pesan
MenPANRB memberikan tiga pesan untuk pemdah dalam meningkatkan layanan MPP. âPertama adalah utamakan selalu kualitas pelayanan, pastikan bahwa layanan diberikan dengan cepat, mudah, ramah, profesional, dan berintegritas. Jadikanlah kepuasan masyarakat itu sebagai ukuran utama di dalam keberhasilan layanan,â kata Rini Widyantini.
Berikutnya, dia meminta peÂmerintah daerah meningkatkan kolaborasi lintas sektor deÂngan membangun kerja sama yang solid bersama pemeÂrintah pusat, daerah, instansi vertikal, badan usaÂha milik negaÂra (BUMN), dan swasta untuk menciptakan ekoÂsistem layanan yang makin terintegrasi.
Menteri PANRB memandang perlu pelibatÂan masyarakat dalam setiap evaÂluasi maupun pengemÂbangÂan MPP. âKita tidak lagi melihat apa yang diinginkan oleh pemerintah kepada masyarakat, tetapi apa yang diinginkan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk menÂdaÂpatkan layanan-laÂyanan yang jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya,â jelasnya.
Pesan terakhir, kata dia, agar MPP menjadi simbol inovasi bagi tiap pemerintah daerah di seluruh Indonesia. âJangan puas dengan capaian saat ini. Cari cara-cara baru yang membuat layanan makin efisien dan ramah kepada masyarakat, ramah kepada kaum rentan, dan pastikan bahwa MPP menjadi dorongan yang lebih kuat untuk penggunaan teknologi dalam rangka mempercepat proses layanan,â ujarnya. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.