Kemenkop Siapkan Strategi Tantangan Produksi Susu Sapi
Selasa, 10 Des 2024, 16:44 WIBJAKARTA â Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan ada tujuh tantangan dalam penguatan produksi susu sapi melalui koperasi di Indonesia. Pertama, produktivitas sapi perah rendah, yang mana kualitas genetik sapi perah masih tergolong rendah dibandingkan negara penghasil susu lainnya.
"Itu juga disebabkan terkait ketersediaan pakan yang berkualitas dan bergizi yang masih menjadi kendala. Ditambah lagi sering terjadi penyakit pada sapi perah yang menurunkan produktivitas," ucap Menkop di Jakarta, Selasa (10/12).
Soal ketahanan industri susu lokal, Menkop menyoroti tantangan kedua terkait keterbatasan infrastruktur seperti kandang, peralatan, dan transportasi. "Masih banyak peternak yang masih menggunakan kandang tradisional yang kurang memadai. Juga, ketersediaan peralatan pemerahan dan pendinginan susu yang moderen masih terbatas," ucapnya.
Ketiga, tambahnya, akses terhadap pembiayaan, yang mana banyak peternak kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha peternakan sapi perah.
Penerapan dan pengetahuan teknologi para peternak disebut Menkop sebagai tantangan keempat. "Penerapan teknologi moderen dalam peternakan sapi perah masih rendah, hingga peternak seringkali kurang memiliki pengetahuan tentang teknologi peternakan moderen," katanya.
Tantangan kelima adalah fluktuasi harga susu dan ongkos produksi. "Harga susu di tingkat peternak seringkali tidak stabil dan cenderung rendah. Bahkan, kenaikan harga pakan dan obat-obatan dapat menekan keuntungan peternak," ujarnya.
Keenam, terkait persaingan produk impor terutama menyangkut kualitas produk susu impor yang sering dianggap memiliki kualitas lebih baik. Tantangan ketujuh, dia menyoroti perubahan iklim yang dapat mempengaruhi ketersediaan pakan alami. Bahkan, perubahan iklim dapat memicu munculnya penyakit baru pada ternak.
Karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) bakal menerapkan beberapa langkah dan strategi dalam peningkatan penyerapan produksi susu.
Promosi dan edukasi masyarakat juga akan dikembangkan, terutama dalam kampanye konsumsi susu, edukasi gizi, dan promosi produk lokal dengan memperkuat kemitraan antara peternak dan industri, hingga kemitraan dengan pemerintah. Lebih dari itu, dia juga menyebut perlunya peningkatan daya saing produk lokal, yang di dalamnya mencakup pengembangan branding dan peningkatan efisiensi produksi.
Dia juga menilai, hal yang tak kalah penting adalah diversifikasi produk dan inovasi produk dalam pengembangan produk olahan susu. Hal lain yang patut dilakukan adalah peningkatan akses distribusi, yakni pengembangan infrastruktur, modernisasi pasar, dan e-commerce.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
-
AS Dibawah Bayang-bayang Kasus Batuk Rejan
-
Cegah Penularan Superflu, Dinkes DKI Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
-
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pejagan-Tegal
-
Satgas Pamtas Yonif 511/DY Pasang Lampu Tenaga Surya untuk Warga di Pedalaman Papua
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Saat Perayaan Imlek 2577 Kongzili
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.