Kelembagaan UKMK Petani Perkebunan Perlu Diperkuat agar Mandiri

Selasa, 10 Des 2024, 12:56 WIB

JAKARTA -Dukungan terhadap kelembagaan UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi) sawit perlu terus didorong agar bisa mandiri pangan dan energi. Workshop berkala penting dilakukan agar petani perkebunan ini bisa meningkatkan produktivitasnya dan bisa mengakses bantuan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Direktur AKPY (Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta) Dr. Sri Gunawan mengatakan tujuan dari workshop yaitu penguatan kelembagaan UKMK, Koperasi, KUD, kelompok Tani (organisasi, adm, keuangan dan legalitas). Memunculkan wirausahawan baru, UKMK di daerah sentra sawit, mewujudkan desa mandiri pangan dan energi, meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kualitas, kuantitas dan kemitraan dengan perusahaan menjadi kuat. "Dan, yang tak kalah penting yaitu petani UKMK dapat mengakses program BPDPKS (PSR, Sarpras, ISPO dan Kemitraan),” jelasnya, Selasa (10/12)

Ket. Foto: Direktur AKPY (Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta) Dr. Sri Gunawan, menegaskan dukungan terhadap kelembagaan UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi) sawit perlu terus didorong agar bisa mandiri pangan dan energi — Sumber: istimewa

Apabila ditarik kesimpulan inti dari kegiatan workshop yaitu kelembagaan dan desa sawit mandiri pangan dan energi. Sebagai upaya menjawab berbagai tantangan di antaranya; kemandirian pangan (produktivitas menurun dan mengendalikan HPT) dan kemandirian energi.

“Harapannya, petani dapat memberdayakan daerahnya untuk mandiri pangan dan energi, memanfaatkan lahan pekarangan non sawit, tidak tergantung dengan luar daerah. Selain itu, kelembagaan UKMK sehat dan mandiri, serta dapat mengakses program BPDPKS, dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri pangan dan energi,” ucap Dr.Sri Gunawan.

Diketahui beberapa waktu lalu berkat dukungan dari BPDPKS, AKPY bersama Sawit Center Indonesia kembali mengadakan Workshop Penguatan Kelembagaan UKMK Sawit: Mendorong Kemandirian Pangan dan Energi. Kegiatan diadakan di salah satu hotel di Jambi, pada 15 - 16 Oktober 2024.

Diadakan di Jambi? Sebab di wilayah ini ada lahan kebun sawit dengan luas 1.134.640 ha, selain itu, banyak mahasiswa AKPY - STIPER, dan kegiatan AKPY - STIPER banyak diadakan di Jambi sejak 2016. "Maka, perlu diadakan kembali secara berkala dan berkelanjutan,” ujar Dr. Sri

Dari kegiatan workshop yang diikuti 40 orang (peserta petani sawit) dari Muara Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Batanghari. Dengan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya dari Badan Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi (Sugeng Mulyono dan Fergutson Nainggolan), Sekretaris Satgas Halal/ Pengawas Halal Provinsi Jambi, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi (Dr.Hj. Nurcahaya), dan masih ada lagi narasumber lainnya.

Juga dihadiri oleh berbagai pihak antara lain BPDPKS, Dinas Pertanian, Bapeltan Jambi, perwakilan perusahaan PT Bahari Gembira Ria, PT Anso Duo Sawit. 

Dalam pelaksanaan workshop, ada beberapa materi yang disampaikan antara lain Peran BPDPKS terhadap akselerasi UKMK, Materi penguatan kelembagaan, administrasi dan seterusnya.

Hal lainnya, peran UKMK dalam industri sawit (Peluang dan tantangan) dari Dinas Koperasi, lalu Praktik pembuatan sarana peningkatan produksi kelapa sawit, pengelolaan produk dan sertifikasi halal, praktik aplikasi program UKMK untuk mendapatkan dana BPDPKS, dan Outbond Kebersamaan.

Sebagai informasi, pada 2020 lalu AKPY meluncuran Program Pendampingan Penguatan Kelembagaan Desa Sawit Mandiri Pangan dan Energi Berbasis UKMK. Dengan melibatkan beberapa pihak antara lain melibatkan beberapa pihak di antaranya, LPPM AKPY - Stiper, Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bungo dan Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi dan bermitra dengan Sawit Center Indonesia, dan didukung BPDPKS.

Pada tahun yang sama, juga mengadakan workshop atau lokakarya Pendampingan Penguatan Kelembagaan Desa Sawit Mandiri Pangan dan Energi Berbasis UKMK, dengan dukungan BPDPKS. Pada kesempatan itu, peserta lokasrya diarahkan untuk membuat demontration plot (demplot). Memanfaatkan lahan pekarangan seluas 25mx30m untuk tanaman pangan. Sementara, demplot ditanami tanaman Lemon California sebanyak 100 bibit dan Jambu Kristal 50 bibit, yang bibitnya didatangkan dari Jawa.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.