Ini Sikap Iran terkait Runtuhnya Rezim Assad Sekutunya di Suriah

Senin, 09 Des 2024, 10:54 WIB

TEHERAN - Iran pada Minggu (8/12) menyatakan bahwa masa depan Suriah harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri dan tanpa adanya campur tangan asing.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa pihaknya memantau dengan saksama perkembangan di Suriah, beberapa jam setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad melarikan diri dari Damaskus menyusul penguasaan ibu kota oleh kelompok anti-rezim pada Minggu (8/12) pagi.

Kejadian itu menandai runtuhnya rezim Partai Baath yang telah berkuasa di Suriah sejak 1963.

Ket. Foto: Bendera Iran dan Suriah. — Sumber: meforum.org

Kementerian menegaskan bahwa Iran menghormati “kesatuan, kedaulatan nasional, dan integritas wilayah Suriah,” dengan menekankan bahwa keputusan tentang masa depan negara itu harus dibuat oleh rakyat Suriah “tanpa campur tangan destruktif atau pemaksaan dari pihak luar.”

Pernyataan tersebut juga menyerukan “penghentian segera konflik militer, pencegahan aktivitas teroris, serta dimulainya dialog nasional yang melibatkan semua elemen masyarakat Suriah untuk membangun struktur pemerintahan inklusif yang mewakili seluruh rakyat Suriah.”

“Dalam periode kritis sejarah Suriah ini, memastikan keamanan seluruh warga Suriah dan warga negara asing, menjaga kesucian situs-situs keagamaan, serta melindungi fasilitas diplomatik dan konsuler sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional sangatlah penting,” tambahnya.

Kementerian menekankan “akar sejarah yang dalam” hubungan antara Iran dan Suriah, dengan harapan bahwa ikatan tersebut “akan terus berlanjut dengan pendekatan yang bijaksana dan berorientasi ke depan” berdasarkan “kepentingan bersama dan kepatuhan terhadap kewajiban hukum internasional.”

“Republik Islam Iran, dengan menekankan peran Suriah sebagai negara penting dan berpengaruh di Asia Barat, tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk membantu mewujudkan keamanan dan stabilitas di Suriah,” lanjut pernyataan itu.

Untuk tujuan ini, Iran akan terus melakukan konsultasi dengan semua pihak yang berpengaruh, terutama di kawasan tersebut, dan “mengambil langkah serta posisi yang sesuai berdasarkan tindakan dan perilaku para pemain kunci dalam lanskap politik dan keamanan Suriah,” tambahnya.

Iran, yang selama ini menjadi sekutu terdekat rezim Assad di kawasan, menjalin hubungan politik dan perdagangan yang erat dengan Suriah.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.