- Home
-
- Luar Negeri
-
- Vietnam Terancam Menjadi S...
Vietnam Terancam Menjadi Sasaran Tarif Impor Trump
Sabtu, 07 Des 2024, 14:46 WIBHANOI - Vietnam baru-baru ini dilaporkan rentan menjadi sasaran kebijakan tarif impor berikutnya dari pemerintahan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump karena data menunjukkan surplus perdagangannya dengan Amerika Serikat membengkak
Dari The Star, Vietnam yang diperintah Komunis, yang menjadi rumah bagi operasi industri besar milik perusahaan multinasional AS seperti Apple, Google, Nike, dan Intel, memiliki surplus komersial tertinggi keempat dengan Amerika Serikat, hanya diungguli oleh Tiongkok, Uni Eropa, dan Meksiko.
Data perdagangan AS yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan defisit negara itu dengan Vietnam mencapai 102 miliar dolar AS dalam sepuluh bulan pertama tahun ini, hampir 20 persen meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
âBagi Trump, metrik utamanya adalah defisit perdagangan, dan angka Vietnam buruk,â kata Deborah Elms, kepala kebijakan perdagangan di Hinrich Foundation yang berbasis di Asia.
âVietnam merupakan kandidat ideal untuk tindakan awal karena tidak dapat dengan mudah melakukan pembalasan,â katanya.
Presiden terpilih Donald Trump, yang akan menjabat pada bulan Januari, mengancam akan mengenakan tarif hingga 20 persen pada semua impor AS selama kampanye. Putranya Eric, seorang penasihat utama, telah menyebut Vietnam sebagai salah satu negara yang "merampok" AS, menurut sebuah video yang ditayangkan minggu lalu pada sebuah konferensi bisnis di Hanoi yang diselenggarakan oleh kamar dagang Amerika.
Pada acara tersebut sejumlah pengusaha dan perwakilan asosiasi perdagangan menyatakan kekhawatiran tentang kemungkinan tarif terhadap Vietnam.
âTarif baru tersebut merupakan salah satu kekhawatiran terbesar bagi industri Korea di Vietnam,â kata Hong Sun, kepala kamar dagang Korea Selatan di Vietnam, dalam konferensi tersebut. Samsung Electronics merupakan eksportir utama ponsel pintar dan perangkat elektronik ke AS dari Vietnam.
Vietnam diuntungkan oleh hambatan perdagangan yang diberlakukan Trump terhadap Beijing pada masa jabatan pertamanya, yang mendorong para produsen untuk mengalihkan produksi dari Tiongkok.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkot Administrasi Jakarta Selatan Bidik Generasi Muda Karang Taruna Jadi Mitra Strategis
-
Kisah Haru Nenek Sumarni di Blitar, Rumahnya Kini Dibantu Renovasi Pemprov Jatim
-
Rakornas Apindo 2026: Wali Kota Munafri Ajak Investor Jadikan Makassar Hub Indonesia Timur.
-
Syarat Dagang Trump Dinilai Tak Adil, Kanada Pilih Hentikan Perundingan
-
Pemkot Bandung: Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus
-
PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan
-
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.