Trump Tunjuk Mantan Senator dan Pebisnis David Perdue sebagai Dubes untuk Tiongkok
📅 Jumat, 06 Des 2024, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Dominick Reuter
WASHINGTON - Presiden terpilih Donald Trump memilih sekutu politik dan mantan senator Georgia David Perdue sebagai duta besar AS untuk Tiongkok, mitra dagang utama yang akan dikenakan tarif yang berat.
"Malam ini, saya mengumumkan mantan Senator AS, David Perdue, telah menerima pengangkatan saya sebagai Duta Besar Amerika Serikat berikutnya untuk Republik Rakyat Tiongkok," tulis Trump di media sosial.
Perdue (74), seorang eksekutif bisnis dan politisi, menjabat sebagai senator untuk Georgia dari tahun 2015 hingga 2021, namun gagal dalam pencalonan gubernur negara bagian tersebut pada tahun 2022.
Jika dikonfirmasi oleh Senat, Perdue akan memainkan peran kunci dalam mengelola hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar di dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai sekutu Trump, ia mendukung klaim palsu Trump mengenai dugaan penipuan dalam pemilihan presiden 2020, di mana miliarder dari Partai Republik itu kalah dari Joe Biden.
Dewan juri khusus merekomendasikan untuk mendakwa Perdue atas klaim tersebut, tetapi jaksa wilayah akhirnya menolak.
Trump memicu perang dagang dengan Tiongkok selama masa jabatan terakhirnya, dan telah berjanji akan kembali menggunakan tarif sebagai senjata demi memprioritaskan manufaktur AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memuji Perdue sebagai "pendukung setia" dalam unggahan media sosialnya, dan memuji pengalaman bisnisnya yang membuatnya sangat cocok untuk peran diplomatik di Beijing.
"Dia akan berperan penting dalam pelaksanaan strategi saya untuk menjaga perdamaian di kawasan, dan hubungan kerja yang produktif dengan para pemimpin Tiongkok," kata Trump.
"David telah menjadi pendukung dan teman yang setia, dan saya berharap dapat bekerja sama dengannya dalam peran barunya!"
Perdue berasal dari keluarga pengusaha terkemuka di Georgia, yang paling dikenal karena kerajaan industri ayam mereka.
Saat di Senat, ia bertugas di Komite Angkatan Bersenjata -- mengepalai subkomite Kekuatan Laut -- dan di Komite Hubungan Luar Negeri.
Ia adalah salah satu anggota Kongres terkaya, dan salah satu pedagang paling aktif di pasar saham saat menjabat. Pada tahun 2020, New York Times melaporkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah menyelidikinya atas kemungkinan terlibat skandal insider trading.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!