- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ukraina Dijadikan Ladang P...
Ukraina Dijadikan Ladang Percobaan Rudal Baru Russia
Minggu, 24 Nov 2024, 00:37 WIBMOSKOW - Presiden Russia, Vladimir Putin, pada Jumat (22/11) berjanji akan melancarkan lebih banyak serangan menggunakan rudal balistik jarak menengah eksperimental ke Ukraina. Sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengecam pengujian senjata berkemampuan nuklir di wilayahnya sebagai âkejahatan internasionalâ.
Dilansir oleh The Guardian, berbicara dalam sebuah konferensi pertahanan, Putin membantah klaim Amerika Serikat bahwa Rusia hanya memiliki "sedikit" rudal balistik berkecepatan tinggi, dan mengatakan bahwa militer memiliki cukup banyak rudal untuk terus mengujinya dalam "kondisi pertempuran" dan akan memproduksinya secara massal.
âUji coba (sistem rudal) telah berhasil, dan saya mengucapkan selamat kepada Anda semua atas hal itu,â kata Putin, menurut kantor berita Interfax.Â
âSeperti yang telah dikatakan sebelumnya, kami akan melanjutkan uji coba ini, termasuk dalam kondisi pertempuran, tergantung pada situasi dan sifat ancaman yang dihadapi keamanan Rusia, terutama mengingat kami memiliki cukup banyak barang semacam itu, sistem semacam itu yang siap digunakan dalam persediaan.â
Pada konferensi yang sama, komandan pasukan rudal strategis Rusia, Sergei Karakayev, mengatakan bahwa rudal tersebut dapat menyerang target di seluruh Eropa .
âTergantung pada sasaran dan jangkauan senjata ini, senjata ini dapat menyerang target di seluruh wilayah Eropa, yang membedakannya dari jenis senjata berpemandu presisi jarak jauh lainnya,â kata Karakayev.
Rusia meluncurkan rudal percobaan, yang oleh pejabat AS digambarkan sebagai rancangan modifikasi berdasarkan rudal balistik antarbenua RS-26 Rubezh milik Rusia yang memiliki jarak tempuh lebih jauh, terhadap pabrik roket di kota Dnipro, Ukraina. Baik Vladimir Putin maupun pejabat AS mengatakan rudal tersebut mampu membawa hulu ledak nuklir.
Para pejabat AS mengecam penggunaan hulu ledak berkemampuan nuklir oleh Putin, tetapi membantah bahwa hal itu merupakan âpengubah permainanâ dalam perang antara Rusia dan Ukraina , dan menambahkan bahwa Rusia hanya memiliki segelintir rudal, yang oleh militernya diberi nama Oreshnik, atau Hazel.
Volodymyr Zelenskyy menyebut penggunaan rudal balistik eksperimental Rusia dalam serangan terhadap Ukraina sebagai "kejahatan internasional" saat ia mengimbau negara-negara di seluruh dunia termasuk negara-negara selatan untuk mengutuk eskalasi terbaru Rusia.
Dalam pidatonya di media sosial, Zelenskyy mengatakan bahwa ia telah memerintahkan menteri pertahanannya untuk mengadakan konsultasi dengan sekutu guna mengamankan sistem pertahanan udara baru yang dapat âmelindungi nyawa dari risiko baruâ rudal jarak menengah.
âMenggunakan negara lain bukan hanya untuk teror tetapi juga untuk menguji senjata baru untuk teror jelas merupakan kejahatan internasional,â kata presiden Ukraina itu.
NATO (North Atlantic Treaty Organization)Â
dan Ukraina akan mengadakan pembicaraan darurat pada hari Selasa untuk membahas serangan tersebut.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, Â mengatakan pada hari Jumat bahwa konflik ini âmemasuki fase yang menentukanâ dan âmemiliki dimensi yang sangat dramatisâ.
Parlemen Ukraina membatalkan sidang karena keamanan diperketat setelah serangan Rusia hari Kamis terhadap fasilitas militer di Dnipro.
Selain mitra-mitra Baratnya, Zelensky meminta Tiongkok dan negara-negara di belahan bumi selatan untuk mengutuk serangan tersebut, dan mengatakan bahwa para pemimpin âsetiap saat menyerukan untuk menahan diri, dan sebagai tanggapan mereka selalu menerima beberapa eskalasi baru dari Moskowâ.
Tiongkok dan Brasil telah mengusulkan ârencana perdamaianâ bersama yang menurut Ukraina hanya akan membuat Rusia semakin berani karena memberikan perlindungan diplomatik atas serangan berkelanjutan terhadap Ukraina.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Cocok buat Treking dan Healing, Ini Rekomendasi 7 Curug di Bogor yang Wajib Dikunjungi
-
Tiga Pembalap Inggris Ramaikan Balapan Silverstone
-
Duel Portugal Kontra Kroasia di Toronto Jadi Laga “Mahal”, Harga Tiket Tembus 52 Juta Rupiah per Lembar
-
Bareskrim Polri Siap Dukung Penyidikan Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara PLTU.
-
Ukraina akan Mampu Lancarkan Serangan Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri ke Russia
-
Pesawat Terjun Payung Jatuh di Missouri, AS, 12 Orang Tewas
-
Hari Pertama Sekolah Terganggu akibat Dugaan Teror Bom
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.