Tentara Korut Telah Bertempur Bersama Pasukan Russia

Kamis, 21 Nov 2024, 02:59 WIB

SEOUL - Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa sebagian pasukan Korea Utara (Korut) di Russia telah bertempur bersama brigade udara dan unit marinir Russia untuk melawan Ukraina.

Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) menyampaikan hal tersebut selama sesi pleno komite intelijen parlemen pada Rabu (20/11).

Ket. Foto: Sejumlah tentara Korut saat mengikuti latihan militer pada Maret lalu. Pada Rabu (20/11) Badan Intelijen Nasional Korsel melaporkan bahwa sebagian pasukan Korut di Russia telah bertempur bersama brigade udara dan unit marinir Russia untuk melawan Ukraina. — Sumber: KCNA VIA KNS

NIS memaparkan, bahwa terdapat sekitar 11.000 tentara Korut diketahui telah menyelesaikan masa latihan adaptasi mereka di wilayah timur laut Russia sebelum dikirim ke wilayah Kursk pada akhir Oktober.

“Sebagian pasukan yang dikirim ke garis depan di Kursk menjalani latihan taktis dan anti-drone, dan sebagian lainnya telah bergabung dalam pertempuran,” ungkap NIS.

Badan intelijen Korsel itu pun memperkirakan bahwa terdapat korban jiwa dari tentara Korut sehingga pihaknya sedang mengkaji proses menilai pelaksanaan operasi dan tingkat kerugian yang dialami oleh pasukan Korut.

Sementara itu, NIS juga mengkonfirmasi bahwa Pyongyang telah mengekspor senjata tambahan hingga artileri jarak jauh seperti meriam swagerak 170mm dan sistem peluncuran roket ganda 240mm ke Moskwa.

Sementara itu kepala pasukan Amerika Serikat (AS) di Indo-Pasifik mengatakan bahwa Korut saat ini diyakini masih belum menunjukkan adanya peningkatan teknologi pada misil balistik antarbenua ICBM untuk masuk kembali ke atmosfer yang diperlukan untuk dapat mencapai wilayah daratan AS.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan Brookings Institution di Washington DC pada Selasa (19/11) waktu setempat, Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo mencatat bahwa ICBM yang diuji coba Korut pada Oktober lalu mencapai ketinggian maksimum lebih dari 7.000 kilometer.

Ditambahkan pula bahwa hal itu menandakan Korut mungkin memiliki kemampuan untuk mencapai target untuk seluruh wilayah daratan AS.

Ketika ditanya apakah Korut telah memiliki teknologi untuk masuk kembali ke atmosfer, ia menjawab bahwa AS belum melihat adanya kemampuan seperti itu, namun menekankan adanya pengujian berkelanjutan untuk mencapai tujuan itu.

Diperkirakan pula bahwa Korut akan mendapatkan teknologi terkait senjata nuklirnya, termasuk teknologi kapal selam dan teknologi propelan pada misil, melalui kerja sama militer dengan Russia.

Senjata Kimia

Pada saat bersamaan kantor berita Radio Free Asia (RFA) pada Selasa mendapat laporan dari lembaga penelitian luar negeri yang menemukan bahwa bagian utara Kota Hamheung di Provinsi Hamgyong Selatan, Korut, saat ini diduga menjadi basis pengembangan dan penelitian senjata kimia.

RFA mengabarkan hal tersebut dengan mengutip laporan yang dirilis oleh Royal United Services Institute (RUSI) di Inggris pada Selasa waktu setempat.

Wilayah utara Kota Hamheung itu tampaknya merupakan pusat industri kimia, serta basis pengembangan dan penelitian karena terkoneksi dengan universitas, lembaga penelitian dan fasilitas produksi, termasuk Perguruan Tinggi Teknologi Kimia Hamheung dan Akademi Bahan Kimia Nasional cabang Hamheung.

Berdasarkan analisis citra satelit terhadap fasilitas-fasilitas terkait, RUSI mengangkat adanya potensi bahwa penelitian sensitif atau aktivitas produksi tengah disembunyikan, karena fasilitas militer, pintu terowongan, dan jalur kereta terdeteksi di dekat fasilitas tersebut.

Peneliti RUSI yang menulis laporan itu pun melaporkan bahwa Korut diketahui telah memiliki seluruh jenis senjata kimia mulai dari hidrogen sianida hingga zat kimia yang sangat beracun. KBS/ST/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.