Jalan Nasional Tapan - Batas Jambi Mulai Pulih, PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pesisir Selatan

Jumat, 16 Okt 2026, 23:50 WIB

JAKARTA- Longsor yang menutup ruas jalan nasional Tapan-Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus dikebut penanganannya. Hingga Kamis (15/10/2026), sebagian besar titik sudah kembali bisa dilalui dua jalur.

Menteri PU, Dody Hanggodo, memastikan penanganan dilakukan terpadu agar akses warga kembali normal secepatnya. Ia mengatakan, InsyaAllah dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat.

Ket. Foto: Longsor yang menutup ruas jalan nasional Tapan-Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus dikebut penanganannya. Hingga Kamis (15/10/2026), sebagian besar titik sudah kembali bisa dilalui dua jalur — Sumber: istimewa

Penanganan di lapangan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Sebanyak sembilan unit alat berat dan kendaraan operasional dikerahkan, yang terdiri dari empat excavator, satu excavator mini, dua wheel loader, satu motor grader, dan lima dump truck.

Pekerjaan dilakukan bertahap per titik. Di KM 228+100, pembersihan sisa tanah longsor masih berjalan dan material diangkut dengan satu excavator dan tiga dump truck. Di KM 228+400, dari tiga titik longsor, dua titik sudah beres, sementara satu titik lainnya masih butuh penanganan khusus karena ada batu berukuran besar. Pembersihan material juga masih dilakukan di KM 230+050, sedangkan pembersihan saluran dari material longsor di KM 231+200 sudah selesai dilaksanakan.

Per kondisi 15 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, titik yang sudah fungsional dua jalur adalah KM 229+700, KM 229+900, KM 230+400, KM 231+200, KM 231+800, dan KM 232+800. Sementara itu, KM 228+100 dan KM 228+400 masih diberlakukan sistem buka-tutup satu jalur, dan KM 230+050 masih fungsional satu jalur.

Selain memulihkan jalan, Kementerian PU juga menangani krisis air bersih. Banjir dan longsor sebelumnya memutus jaringan perpipaan PDAM Kabupaten Pesisir Selatan, sehingga pelayanan air untuk warga terganggu. Untuk mengatasi itu, melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, PU mengerahkan dua Mobil Tangki Air.

Hingga saat ini, sebanyak 8.000 liter air bersih sudah disalurkan ke warga di tiga nagari, yaitu Nagari Ranah Sungai Gambir, Nagari Limau Puruik, dan Nagari Talang Balirik. Tim Tanggap Darurat juga diterjunkan untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi. Sementara itu, perbaikan jaringan perpipaan PDAM sudah mulai dilakukan dan terus diupayakan agar pelayanan air bisa kembali normal secepatnya.

Bagi Kementerian PU, penanganan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi juga memastikan layanan dasar warga yang terdampak tetap berjalan di masa darurat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.