AS akan Jadi Penengah Dalam Pembicaraan Trilateral Ukraina-Russia Digelar Akhir Oktober

Senin, 05 Okt 2026, 00:57 WIB

KYIV – Amerika Serikat mendorong digelarnya putaran baru pembicaraan antara Ukraina dan Rusia dengan format trilateral pada akhir Oktober 2026. Rencana tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Kyiv, Minggu (4/10).

Dari France 24, Zelensky mengatakan Washington saat ini tengah berkomunikasi dengan Kyiv dan Moskow untuk mempersiapkan pertemuan tersebut. Pembicaraan awal disebut akan dilakukan pada tingkat teknis.

Ket. Foto: Jembatan Utara Kyiv yang melintasi sungai Dnipro dihantam serangan udara Russia. Zelensky mengatakan Washington saat ini tengah berkomunikasi dengan Kyiv dan Moskow untuk mempersiapkan pertemuan tersebut. Pembicaraan awal disebut akan dilakukan pada tingkat teknis. — Sumber: Istimewa

“Pihak Amerika saat ini sedang berhubungan dengan Ukraina dan Rusia dan mengusulkan untuk mengadakan pertemuan di tingkat teknis dalam format trilateral pada akhir Oktober,” kata Zelensky kepada wartawan.

Menurut Zelensky, Washington ingin berperan sebagai mediator dalam upaya baru untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Rencana pertemuan itu muncul ketika pertempuran dan serangan udara antara kedua negara masih berlangsung. Kyiv juga terus menghadapi serangan drone Rusia, termasuk ketika Kanselir Jerman Friedrich Merz melakukan kunjungan ke ibu kota Ukraina tersebut.

Dalam kunjungannya, Merz mengumumkan bantuan militer baru untuk Ukraina senilai sekitar 1 miliar euro atau sekitar US$1,13 miliar. Jerman juga menyiapkan paket dukungan untuk sektor energi Ukraina.

Merz menegaskan kunjungannya ke Kyiv merupakan bentuk dukungan terhadap Ukraina meskipun ibu kota tersebut kembali menjadi sasaran serangan drone Rusia.

“Kunjungan kami menunjukkan bahwa kami tidak akan terintimidasi. Kami juga tidak akan terintimidasi oleh serangan pesawat tak berawak yang terjadi tepat pada saat kunjungan kami,” kata Merz.

Di tengah upaya diplomatik tersebut, India juga menyatakan keinginan memainkan peran yang lebih besar dalam proses perdamaian Rusia-Ukraina.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan negaranya selama bertahun-tahun mendorong dialog dan diplomasi antara kedua pihak. Dalam beberapa bulan terakhir, New Delhi mengaku mulai lebih aktif berkomunikasi dengan Rusia maupun Ukraina.

Jaishankar mengatakan India berupaya membantu pembicaraan, antara lain terkait keselamatan pelayaran di Laut Hitam, ekspor biji-bijian, energi, hingga kemungkinan kesepakatan non-agresi.

Sementara itu, Zelensky juga menuding Rusia telah berbagi teknologi drone bertenaga jet dengan Korea Utara. Ia mengatakan Rusia dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan penggunaan drone jenis tersebut dalam serangan terhadap Ukraina.

Ketika ditanya apakah teknologi drone jet Rusia telah diberikan kepada Korea Utara, Zelensky menjawab bahwa hal tersebut kemungkinan besar terjadi. Ia juga menyebut Korea Utara telah membantu Rusia dengan memasok amunisi dan rudal selama perang.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan akan meningkatkan serangan terhadap Ukraina. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Zelensky mengatakan Kyiv akan meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

Moskow menyatakan serangan terhadap fasilitas militer, industri pertahanan, serta infrastruktur terkait di Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya akan ditingkatkan sebagai respons terhadap pernyataan tersebut.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.