Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukraina Bersumpah Tidak Akan Menyerah Melawan Russia

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ukraina Bersumpah Tidak Akan Menyerah Melawan Russia Doc: AFP/UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Ket. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, saat berpidato di parlemen di Kyiv pada Selasa (19/11). Dalam pidatonya, Presiden Zelenskyy mengatakan bahwa tahun 2025 akan menjadi penentu siapa pemenang perang yang dilancarkan Russia hampir tiga tahun lalu.

KYIV - Ukraina pada Selasa (19/11) mengatakan bahwa pasukannya tidak akan pernah bertekuk lutut kepada Russia, 1.000 hari setelah Moskwa melancarkan invasi brutalnya, sementara Kremlin juga menjanjikan kemenangan dan meningkatkan ancaman ­nuklirnya.

Tekad Ukraina itu disampaikan setelah serangan Russia malam sebelumnya di wilayah Sumy, Ukraina timur, yang menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal peninggalan era Soviet dan ­menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk seorang anak.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa tahun 2025 akan menjadi penentu siapa pemenang perang yang dilancarkan Russia hampir tiga tahun lalu.

“Pada saat-saat yang menentukan, dan itu akan terjadi tahun depan, kita tidak boleh membiarkan siapa pun di dunia meragukan ketahanan seluruh negara kita. Dan pada tahap ini, sedang diputuskan siapa yang akan menang,” kata Presiden Zelenskyy dalam pidatonya di parlemen pada peringatan hari ke-1.000 invasi Russia, seraya mendesak sekutu Kyiv untuk “memaksa” Kremlin untuk berdamai.

“Pertempuran ini adalah tentang seluruh Ukraina, pertempuran ini adalah tentang seluruh Eropa, tentang ketertiban atau kekacauan bagi seluruh dunia,” tegas dia

Di tengah ketidakpastian atas bantuan AS, Presiden Zelenskyy pun mengatakan bahwa Kyiv tidak boleh membiarkan orang lain memutuskan masa depan negaranya. “Ini adalah perang yang menentukan nasib seluruh bangsa, dan tidak seorang pun boleh atau dapat memutuskannya untuk kita,” kata dia.

Pernyataan presiden terpilih AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa ia menginginkan kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Washington DC mungkin akan memaksa Kyiv untuk menerima konsesi teritorial.

Namun Zelenskyy mengatakan Kyiv mungkin harus menunggu berakhirnya kekuasaan Vladimir Putin di Russia untuk mendapatkan kembali wilayahnya yang diakui secara internasional.

Kementerian Luar Negeri Ukraina pun menggemakan pernyataan Zelenskyy dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan tersebut dengan menyerukan kepada sekutu untuk meningkatkan dukungan militer mereka guna mewujudkan akhir perang yang berkelanjutan.

Ancaman Nuklir

Di lain pihak, Kremlin juga berjanji untuk mengalahkan Ukraina. “Operasi militer terhadap Kyiv berlanjut dan akan tuntas,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan.

Pernyataan Peskov itu muncul saat Presiden Russia, Vladimir Putin, menandatangani dekrit yang memperluas cakupan kapan Moskwa akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir dalam peringatan yang gamblang bagi Barat dan Ukraina.

Kremlin mengatakan langkah tersebut, yang memungkinkan Russia menggunakan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir jika mereka didukung oleh negara kekuatan nuklir, diperlukan untuk menyelaraskan prinsip-prinsip mereka dengan situasi saat ini.

Sikap itu muncul setelah Amerika Serikat (AS) memberi Kyiv izin untuk menggunakan misil jarak jauh guna menyerang target militer di dalam wilayah Russia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.