- Home
-
- Megapolitan
-
- Kolaborasi Kunci Atasi “...
Kolaborasi Kunci Atasi “Stunting”
Sabtu, 16 Nov 2024, 03:00 WIBTANGERANG â Untuk mengatasi kekerdilan diperlukan kerja sama berbagai pihak. âKolaborasi menjadi kunci karena stunting tak bisa ditangani satu pihak saja,â tandas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Jumat.
Maka, Pemerintah Kota Tangerang mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai langkah konkret mengatasi stunting. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci menekan kasus stunting. Peran tim lapangan untuk bersama-sama menangani stunting diharapkan tetap terjaga.
Sebab tim tersebut merupakan kolaborasi antarperangkat daerah seperti Dinkes, Dinsos, aparat kelurahan, dan kecamatan. Ketika ada kasus stunting di wilayah, maka seluruh perangkat daerah terkait langsung mengatasi denganmendata, memberikan makanan tambahan, dan mengobati.
Prevalensi stunting Tangerang per Oktober 5,6 persen. Angka ini turun dari tahun lalu 17,6 persen. Data tersebut masih paling rendah dibanding Provinsi Banten 24 persen dan nasional 21,5 persen.
Pemkot Tangerang telah intervensi dengan beberapa program unggulan. Contoh, Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas). Ini adalah intervensi serentak pencegahan stunting melalui 1.097 posyandu di 104 kelurahan. Sasaran telah mencapai 100 persen dari target 77.000 balita Tangerang.

Petugas kesehatan sedang melakukan pengukuran lingkar kepala anak yang masuk dalam upaya pencegahan stunting.
Selain itu, ada juga program pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Dapur Dashat. Pemkot juga menjalin kolaborasi dengan rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus stunting. Pemkot baru saja mendapat penghargaan Peringkat I Kategori Kota Inspiratif. Kemudian kategori Dukungan Pimpinan Daerah Terbaik. Ini sebagai hasil penilaian kinerja delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Banten tahun ini.
Bina Sekolah
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang membina 250 sekolah untuk memasuki tahap penilaian program Adiwiyata Nasional. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan 250 sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Banten.
âPembinaan sebagai langkah memperkuat komitmen pendidikan lingkungan hidup tingkat sekolah ke level nasional,â ujarnya. Wawan menuturkan, Adiwiyata bukan hanya tentang penghargaan. Dia juga menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini, khususnya kalangan siswa.
âMelalui pembinaan, diharapkan sekolah-sekolah berstatus Adiwiyata Provinsi Banten dapat lebih siap menghadapi tantangan untuk menjadi Adiwiyata Nasional. Mereka akan mencetak generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,â ujarnya.
Saat ini di Kota Tangerang memiliki 447 sekolah berstatus Sekolah Adiwiyata. Rinciannya, 77 sekolah Adiwiyata tingkat kota, 250 sekolah Adiwiyata Provinsi Banten, 85 sekolah Adiwiyata Nasional dan 35 sekolah Adiwiyata Mandiri.
Sedangkan program Adiwiyata yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan lingkungan hidup yang baik.
Sebelumnya, 34 sekolah binaan DLH Kota Tangerang meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta, Rabu (2/10).
Sekolah yang menerima penghargaan telah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembelajaran dan pengelolaan lingkungan sekolah. Mereka juga berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar sekolah. wid/Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Semangat Kolaborasi Perfilman Dunia Menggema, Alternativa Film Festival 2026 Siap Digelar di Medellín
-
Sidang Tahunan MPR, Polda Metro Jaya Pastikan Arus Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR Normal
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
-
Popi Ayer: Tanpa Perlindungan, Nelayan Kecil Papua Terancam Kapal Besar
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Target Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen di Kabupaten Bekasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.