• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • PAFI Ungkap Penyebab Utama...

PAFI Ungkap Penyebab Utama Susah Buang Air Besar dan Cara Tepat Mengatasinya

Jumat, 08 Nov 2024, 17:10 WIB

Sulit buang besar pasti pernah dirasakan oleh semua orang, rasa yang tidak nyaman pada perut terasa sembelit ini dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi ketika frekuensi buang air besar (BAB) berkurang. Sebenarnya, frekuensi BAB pada setiap orang bisa berbeda-beda, sehingga tidak ada patokan mengenai berapa kali normalnya buang air besar dalam sehari atau seminggu.

Salah satu cabang organisasi kesehatan yaitu Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Kulon Progo  pafikulonprogo.org mengungkapkan bahwa sembelit, atau yang dalam istilah medis disebut konstipasi, adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam buang air besar (BAB). Hal ini umumnya ditandai dengan frekuensi BAB yang berkurang, di mana seseorang tidak buang air besar lebih dari tiga kali dalam seminggu. Sembelit dapat menyebabkan tinja menjadi kering dan keras, sehingga sulit dikeluarkan dari tubuh. Menurut PAFI, sembelit atau sulit buang air besar dapat diatasi dengan berbagai cara, namun penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab utama terjadinya sembelit serta penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik/EyeEm

Apa penyebab utama terjadinya sulit buang air besar?

Sulit buang air besar dapat terjadi pada orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Penting bagi Anda sebagai orang tua memahami faktor utama terjadinya sulit buang air besar bagi Anak. Bagi orang dewasa, sulit buang air besar atau sembelit dapat mengganggu aktivitas terutama pekerjaan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab tersebut:

1. Pola makan yang tidak sehat

Asupan serat yang rendah dari makanan seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Selain itu jika Anda kurang minum air putih dapat menyebabkan usus menyerap lebih banyak air dari tinja, menjadikannya kering dan keras. Penting buat Anda juga mengurangi makanan tinggi lemak dan rendah serat, seperti daging merah dan produk olahan susu, serta cokelat, dapat memperburuk sembelit.

2. Gaya hidup yang tidak sehat

Gaya hidup yang kurang aktif, seperti duduk terlalu lama atau tidak berolahraga, dapat memperlambat pergerakan usus.

3. Gangguan medis dan faktor usia

Sembelit kronis bisa menjadi gejala dari kondisi medis lain seperti hipotiroidisme, diabetes, atau gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS). Selain itu, kerusakan saraf yang mempengaruhi fungsi rektum dapat mengganggu kemampuan untuk buang air besar dengan efektif. 

Jika dilihat dari umur, orang yang berusia di atas 65 tahun cenderung mengalami sembelit lebih sering karena metabolisme tubuh yang melambat. Bagi wanita sering mengalami sembelit terkait dengan perubahan hormonal selama menstruasi, kehamilan, atau setelah melahirkan.

Apa saja rekomendasi obat untuk melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit?

Untuk mengatasi buang air besar, ada berbagai pilihan obat yang efektif untuk digunakan. Berikut adalah beberapa rekomendasinya:

1. Obat Dulcolax Tablet

Dulcolax adalah obat untuk mengatasi sembelit. Obat ini dapat merangsang kontraksi usus besar, bekerja dalam 6-12 jam. Dulcolax juga tersedia untuk anak-anak. Obat ini dapat didapatkan di apotek terdekat.

2. Lactulax Sirup

Lactulax sirup adalah obat untuk mengatasi sembelit dengan melunakkan tinja. Cara kerja obat ini dengan menarik cairan ke dalam usus untuk mempermudah pengeluaran tinja. Dosis penggunaan obat ini yaitu 15-45 ml untuk dewasa, 5-15 ml untuk anak-anak, sekali sehari.

Sembelit atau sulit buang air besar dapat diatasi dengan berbagai upaya sederhana dan penanganan yang tepat. Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut atau pemeriksaan medis yang lebih mendalam jika tidak kunjung membaik.

(IKN)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.