- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Yakin Aliansi den...
Filipina Yakin Aliansi dengan Amerika Serikat Tetap Stabil
Jumat, 08 Nov 2024, 02:59 WIBMANILA - Filipina berharap kebijakan Amerika Serikat (AS) di Indo-Pasifik serta dukungan AS untuk sekutu perjanjiannya di tengah ketegangan Laut Tiongkok Selatan (LTS), tetap stabil di bawah kepemimpinan Donald Trump, apalagi didorong oleh tekad bipartisan Kongres di Washington DC, kata duta besar Filipina untuk AS pada Kamis (7/11).
Baik Demokrat maupun Republik memprioritaskan melawan pengaruh Tiongkok, termasuk di LTS, kata Dubes Jose Manuel Romualdez, yang mengisyaratkan bahwa kerja sama militer, hubungan ekonomi, dan komitmen keamanan dengan Filipina akan terus berlanjut.
âAdalah kepentingan mereka agar kawasan Indo-Pasifik tetap bebas, damai, dan stabil, terutama mengingat sisi ekonominya, dengan triliunan dollar yang mengalir melalui LTS,â ucap Dubes Romualdez dalam sebuah sesi wawancara.
Keterlibatan keamanan AS-Filipina telah meningkat di bawah Presiden Joe Biden dan mitranya dari Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Jr., dengan kedua pemimpin ingin melawan apa yang mereka lihat sebagai tindakan agresif Tiongkok di LTS dan di dekat Taiwan.
Presiden Marcos Jr mengatakan dalam pesan ucapan selamat setelah kemenangan Trump: âSaya berharap aliansi yang tak tergoyahkan ini, yang teruji dalam perang dan damai, akan menjadi kekuatan kebaikan yang akan membuka jalan menuju kemakmuran dan persahabatan, di kawasan ini dan di kedua sisi Pasifik.â
Di bawah pimpinan Presiden Marcos Jr, Filipina telah meningkatkan jumlah pangkalannya yang dapat diakses oleh pasukan AS menjadi sembilan dari lima, beberapa menghadap LTS, tempat Tiongkok telah membangun pulau-pulau buatan yang dilengkapi landasan pacu dan sistem misil.
AS telah mengusulkan dana 128 juta dollar AS untuk perbaikan infrastruktur di pangkalan-pangkalan tersebut, sebagai janji tambahan dana sebesar 500 juta dollar AS untuk militer dan Penjaga Pantai Filipina.
Dubes Romualdez menyatakan keyakinannya bahwa komitmen ini, termasuk latihan maritim gabungan AS-Filipina yang dimulai pada tahun 2023, akan terus berlanjut di bawah Trump. Ia pun memperkirakan perubahan potensial di bawah Trump akan bersifat âminimalâ dan bahkan bisa saja menguntungkan.
Selama masa jabatan Trump sebelumnya, AS menghilangkan keraguan apapun tentang komitmen pertahanannya ketika Menteri Luar Negeri AS saat itu, Mike Pompeo, meyakinkan Manila pada tahun 2019 bahwa Washington DC akan membela sekutunya jika diserang di LTS serta akan memperkuat Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1951.
Pembelian Kapal
Pada saat bersamaan, Filipina mengatakan bahwa penjaga pantainya akan memperoleh 40 kapal patroli cepat dari Prancis, dengan rencana untuk menyebarkan beberapa di antaranya di wilayah sengketa di LTS.
âKesepakatan ini adalah pembelian tunggal terbesar sejauh ini dalam upaya Manila untuk memodernisasi penjaga pantainya,â ucap komandan Penjaga Pantai Filipina, Laksamana Ronnie Gil Gavan dalam sebuah konferensi pers.
â(Kesepakatan) ini adalah pengubah permainan bagi kami,â kata Laksamana Gavan, yang menggambarkan bahwa kapal-kapal patroli yang dibeli Manila cukup cepat untuk mencapai tepi zona ekonomi eksklusif Filipina untuk penegakan hukum dan misi lainnya.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, 20 dari 40 kapal akan dibangun di Filipina melalui transfer teknologi yang menurut Laksamana Gavan akan memberikan dorongan bagi industri pembuatan kapal Manila.
Penjaga Pantai Filipina saat ini memiliki armada kecil kapal modern, termasuk dua kapal patroli yang dibuat oleh Jepang. Pemerintah Jepang pun membiayai pembangunan lima kapal patroli tambahan bagi Filipina yang akan dikirimkan pada tahun 2027. AFP/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Satu Orang Terluka saat Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Jakpus
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Real Madrid Beri Debut Kompetitif untuk Dua Pemain Muda Lolosan Akademi
-
FIFA Yakin Meksiko Siap Gelar Piala Dunia di Tengah Situasi Keamanan Memanas
-
Bangkit di Ganda, Janice Tjen/Katarzyna Piter Tantang Unggulan Keempat di Perempat Final Merida Open
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.