UMKM Digital Masih Sulit Naik Kelas
Rabu, 06 Nov 2024, 00:00 WIBJAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) digital di Indonesia menghadapi sejumlah hambatan untuk naik kelas, yang meliputi kesulitan menjangkau konsumen hingga rendahnya daya saing. Karenanya, dibutuhkan upaya ekstra dari pemerintah untuk mendukung perkembangan UMKM yang masuk ke ekosistem digital.
Peneliti dari Center for Indonesia Policiy Studies (CIPS) Hasran mengungkapkan pelaku usah mikro menghadapi tantangan kesulitan menjangkau konsumen, sementara usaha kecil menghadapi hambatan akses terhadap permodalan biaya logistik serta tantangan logistik.
âKalau usaha kecil yang naik kelas lebih ke hambatan akses terhadap permodalan biaya logistik karena mereka mau belanja alat bahan baku lebih murah, tapi dihadapi dengan tantangan logistik dan ini hambatan yang dihadapi UKM. Jadi intervensi harus diperhatikan skala usahanya seperti apa dulu,â kata Hasran dalam webinar yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (5/11).
Selain itu, daya saing UMKM digital yang rendah menjadi persoalan tersendiri. Daya saing yang dimaksud adalah kemampuan memasarkan secara daring di platform belanja digital serta memanfaatkan platform yang menjadi kesulitan tersendiri.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Swiatek Tampil Meyakinkan, Wang Xiyu Disingkirkan di Babak Pertama US Open
-
Tiga Kapal ASDP Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Danau Sentani
-
Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Siap Salurkan Beras SPHP dan Minyakita
-
Pemerintah Salurkan 1.070,5 Ton Bantuan Pangan, DKP Rejang Lebong Ketat Mengawasi
-
13 Hektare Lahan di Aceh Barat Hangus, Asap Tebal Mulai Racuni Pernapasan Warga
-
40 Penyandang Tunanetra Berlomba di MTQ Nasional
-
Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.