Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi Riset di Bidang Strategis
Selasa, 05 Nov 2024, 01:09 WIBJakarta - Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset dan inovasi dengan Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST) dalam berbagai bidang strategis, termasuk kesehatan, energi, dan perubahan iklim..
Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN Prof Agus Haryono menyampaikan antusiasme atas kemitraan strategis dengan Tiongkok, terutama dalam skema program riset gabungan (joint research program).
"Tiongkok merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Kami memiliki banyak program pendanaan yang tidak hanya bermanfaat bagi BRIN, tetapi juga bagi universitas dan lembaga riset di Indonesia," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin
Dalam kegiatan The 7th Tiongkok-Indonesia Joint Committee on Science, Technology & Innovation Cooperation di Beijing, MOST menyatakan kesediaan untuk mendukung proyek-proyek penelitian bersama dalam sub-bidang seperti energi terbarukan, biofuel, kendaraan listrik, dan bioteknologi.
MOST mengusulkan enam proyek kolaboratif yang akan diselesaikan dalam waktu dua tahun, dengan dukungan keuangan dari Pemerintah Tiongkok serta kontribusi dari Indonesia sesuai ketersediaan anggaran.
Di samping itu MOST berencana meluncurkan program penelitian jangka pendek bagi ilmuwan Indonesia untuk melakukan riset di Tiongkok, khususnya dalam bidang energi dan konstruksi.
Deputy Director General dari Tiongkok Science and Technology Exchange Center Yang Xuemei mengundang ilmuwan muda Indonesia untuk menghabiskan satu tahun di Tiongkok guna memperdalam penelitian ilmiah.
BRIN dan MOST juga mendukung pembentukan pusat penelitian bersama yang melibatkan Universitas Tsinghua dan Departemen Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Agus menuturkan pusat penelitian bersama tersebut diharapkan dapat menjadi pusat riset kolaboratif yang menghubungkan lembaga-lembaga terkait dari kedua negara dalam bidang kesehatan dan kebijakan publik.
Selain itu Tiongkok menyoroti peran Tiongkok-ASEAN Technology Transfer Centre (CATTC) dalam memperkuat transfer teknologi ke Indonesia.
Agus Haryono menegaskan BRIN akan terus mendukung perusahaan rintisan (startup) lokal dan mendorong pengembangan teknologi melalui berbagai platform dan jurnal ilmiah untuk kemajuan sosial dan teknologi.
Pertemuan yang berlangsung pada 1 November 2024 itu diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan Implementing Arrangement Concerning 1st Joint Research Program antara MOST dan BRIN sebagai langkah lanjut dari MoU yang telah ditandatangani pada tahun sebelumnya.
Berita Terkait:
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.