Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Cintai Produk dalam Negeri, Isu Anggur Muscat Beri Peluang Unggulkan Anggur Lokal

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Cintai Produk dalam Negeri, Isu Anggur Muscat Beri Peluang Unggulkan Anggur Lokal Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Arsip - Produk anggur muscat dijual di pasar tradisional hingga modern di Kota Tanjungpinang, Kepri.

Serang - Kepala Dinas Pertanian Banten Agus M Tauchid menyebut adanya isu anggur Muscat mengandung residu pestisida tinggi, memberi peluang bagi para penggiat tani di wilayahnya untuk mengunggulkan anggur varietas lokal.

"Kami di Dinas Pertanian melihat ini adalah sebuah peluang, prospek bagus untuk mengembangkan anggur lokal yang sudah tersertifikasi dan dipatenkan," ujar Agus di Serang, Jumat.

Agus mengatakan saat ini asosiasi penggiat anggur di Banten menawarkan 10 varietas yang siap untuk dipatenkan, dan disebar ke ribuan petani di tanah air. Para penggiat anggur lokal berasal dari wilayah Tangerang Raya.

Selain itu tak jauh dari ibu kota provinsi, di Pondok Pesantren Al Markaz Waringin Kurung, Kabupaten Serang, terdapat budidaya anggur dengan sistemgreen house, dan jauh dari residu pestisida di atas ambang batas.

"Kami tentunya menangkap peluang inilah peluang saatnya petani anggur lokal Banten ada 90-an untuk mengisi kekosongan pasar, kalaupun terjadi kebijakan pemerintah menarik anggur impor tersebut," ujar Agus.

Mengenai anggur Muscat impor yang beredar di Banten, Agus mengatakan masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat terhadap komoditas tersebut. Sebab pihaknya tidak mau mengambil langkah gegabah menarik anggur Muscat dari peredaran sebelum ada bukti.

Selain itu, Agus mengatakan untuk mengunggulkan anggur lokal, ia bersama petani anggur binaan dari Waringin Kurung serta Tangerang Raya berupaya memaksimalkan keuntungan.

"Kalau terjadi permintaan tinggi pasti juga akan mendorong suplai. Jadi sejalan dengan keragaman teknologi ada keinginan kuat untuk percepatan merespon pasar, dan apalagi untuk seperti program Presiden dengan gerakan makan siang sehat, itu juga peluang," ujar dia.

Agus memastikan tata cara budaya pertanian yang baik pada anggur lokal diterapkan, sehingga menghasilkan sebuah komoditas yang terjamin.

Selain itu, Distan Banten juga menerapkan adanya registrasi kebun anggur, bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Tujuannya untuk melihat lingkungan tanam yang dapat menentukan seberapa baik hasil pertaniannya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa keputusan untuk melarang peredaran anggur Muscat di Indonesia masih menunggu hasil uji yang tengah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jika hasil kajian BPOM menunjukkan bahwa anggur Muscat mengandung zat berbahaya, maka pihaknya akan mempertimbangkan pelarangan peredaran buah tersebut.

Isu ini bermula di Thailand di mana dilaporkan ditemukan adanya residu pestisida di atas batas aman pada anggur Shine Muscat yang diimpor dari China.

Berkaitan dengan itu, Otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan/Food And Drugs Adminsitration (FDA) Thailand telah mengeluarkan rilis resmi yang menyatakan bahwa produk anggur Shine Muscat aman untuk dikonsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

18 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.