- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lebih dari 51 Juta Warga A...
Lebih dari 51 Juta Warga AS Mencoblos Lebih Awal Jelang Pemilu Pekan Depan
Kamis, 31 Okt 2024, 00:02 WIBWashington - Lebih dari 51 juta warga Amerika Serikat telah memberikan suara lebih awal menjelang pemilihan umum nasional pekan depan, menurut data yang diterbitkan pada Selasa (29/10).
Laboratorium Pemilu Universitas Florida melaporkan, 51.354.949 orang telah memberikan suara lebih awal melalui pemungutan suara langsung dan via surat.
Sekitar 26,8 juta orang telah datang langsung ke tempat pemungutan suara, sementara 24,6 juta lainnya memilih melalui pos.
Tercatat sedikit lebih dari 800.000 suara awal yang diberikan oleh pemilih Demokrat dibandingkan pemilih Republik -- 9.892.219 berbanding 9.048.267.
Sekitar 6,1 juta pemilih yang tidak terafiliasi dengan kedua partai besar juga telah memberikan suara.
Pemilu pada 5 November tinggal tujuh hari lagi, dan survei menunjukkan bahwa Wakil Presiden Kamala Harris dan penantang dari Partai Republik, Donald Trump, berada dalam persaingan ketat, khususnya di tujuh negara bagian kunci.
Di Michigan, Harris unggul atas Trump dengan selisih 5 persen, menurut survei yang dirilis oleh Susquehanna University Polling and Research pada Selasa.
Harris meraih dukungan sebesar 51,7 persen, dibandingkan dengan Trump yang memperoleh 46,6 persen.
Harris juga unggul tipis 1 persen di Arizona, dengan 48 persen berbanding 47 persen, tetapi situasinya terbalik di negara bagian tetangga, Nevada, di mana Trump memimpin dengan 48 persen melawan Harris yang memperoleh 47 persen, menurut data jajak pendapat CNN.
Negara bagian kunci sangat penting karena presiden di AS tidak dipilih langsung oleh rakyat.
Prosesnya dilakukan melalui sistem Electoral College di mana 538 perwakilan memberikan suara mereka sesuai hasil pemilu di negara bagian mereka masing-masing.
Kedua kandidat membutuhkan 270 suara Electoral College untuk menang.
Jumlah elector dialokasikan ke setiap negara bagian berdasarkan jumlah populasi, dan sebagian besar negara bagian memberikan seluruh suara elector mereka kepada kandidat yang memenangkan suara terbanyak di negara bagian tersebut.
Namun, model "winner-takes-all" ini tidak diikuti di Nebraska dan Maine, yang mengalokasikan suara mereka secara proporsional berdasarkan hasil pemilu di masing-masing distrik.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
‘Homosapiens Park’ di Magelang jadi Destinasi Wisata Alam Edukasi Alternatif
-
Junta Ancam Tuntut Ratusan Orang atas Sabotase Pemilu
-
Satu Tahun Berlalu Pengungsi Erupsi Lewotobi Belum Pindah dari Tenda
-
Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2.340.000 per Gram
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
-
Banjir Terjang 13 Desa di Lima Kecamatan di Bima, Ratusan Rumah Terendam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.