Lebih Baik Ciptakan Pertumbuhan Berkualitas ketimbang Kejar Target Tinggi

Kamis, 31 Okt 2024, 00:02 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen pada 2029 bukan hal yang mustahil, karena secara historis Indonesia pernah mencatatkan pertumbuhan itu di masa lampau. Indonesia pernah mencapai rata-rata pertumbuhan 7,3 persen pada periode 1986-1997, bahkan 8,2 persen pada 1995.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi diperlukan sumber-sumber pertumbuhan baru dan adaptasi teknologi serta inovasi sehingga bisa mewujudkan pendapatan yang lebih tinggi. Menanggapi target yang terbilang populis itu, pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan selain mengejar pertumbuhan yang tinggi, pemerintah juga perlu memikirkan pertumbuhan yang berkualitas, yang didahului dengan meletakkan fondasi sosial yang memadai.

Ket. Foto: Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto — Sumber: ISTIMEWA

Salah satu fondasi yang dapat menimbulkan efek pemerataan ekonomi adalah pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat miskin yang jumlahnya cukup besar di perdesaan. "Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah yang lebih merata, jumlah pengangguran tercatat lebih sedikit daripada pekerja, dan berkurangnya masyarakat dalam garis kemiskinan," kata Dian. Masalah pengangguran, jelas Dian, merupakan sebuah persoalan strategis yang bermuara pada banyak hal.

Sebab itu, harus diciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk mengatasi kemiskinan yang disebabkan oleh pengangguran. Langkah itu bisa dimulai dengan memanfaatkan potensi asli di desa seperti pertanian. Selain itu, fundamental ekonomi dari sisi fiskal, moneter, dan sektor riil harus dibenahi. Dan agar pertumbuhan bisa meroket, investasi harus didorong dengan pertumbuhan sampai 10 persen per tahun dengan menciptakan iklim yang ramah investasi," ujarnya.

Butuh "Extra Effort"

Dihubungi dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan pertumbuhan ekonomi 8 persen memang bukan mustahil, tetapi untuk bisa jumping dari 5 persen ke 8 persen membutuh extra effort.

Bahkan, dulu Indonesia mencapai growth 7 persen dengan kabinet hanya dengan menteri tanpa ada wakil menteri (wamen). "Hal yang harus dilakukan ialah manajemen utang yang baik. Belanja untuk hal yang produktif sehingga bisa generate income untuk bayar utang dan memperkuat fundamental ekonomi. Karena devisa meningkat melalui ekspor dan pariwisata dan pengiriman tenaga kerja white collar keluar negeri," tegas Esther.

Pengiriman pekerja white collar ini penting karena sejauh ini pengiriman pekerja migran merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas bumi (migas) mencapai 227 triliun rupiah pada 2023 atau meningkat drastis dari 2022 yang hanya 135,9 triliun rupiah. "Untuk itu harus melakukan investasi ke arah peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan pemumpukan modal," papar Esther.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.