Kelompok Bersenjata Myanmar Eksekusi Mati Seorang Pria dalam Sidang Terbuka

Kamis, 31 Okt 2024, 16:05 WIB

YANGON - Kelompok etnis bersenjata Myanmar menjatuhkan hukuman mati seorang pria atas tuduhan pembunuhan setelah persidangan terbuka di kota yang baru-baru ini direbut dari junta, media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut melaporkan.

Pejabat dari United Wa State Army (UWSA) menjatuhkan hukuman kepada pria yang membunuh seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, kata Wa News Land pada hari Rabu (30/10).

Ket. Foto: 10 orang termasuk petugas dieksekusi oleh MDAA pada 24 April. — Sumber: ndburma.org

Bocah perempuan itu terbunuh pada bulan Agustus dalam peristiwa perampokan sebuah toko kelontong di kota Hopang, di negara bagian Shan, dan pihak berwenang menangkap pria itu dua bulan kemudian, kata postingan tersebut.

UWSA merupakan kelompok bersenjata etnis di Myanmar yang paling lengkap persenjataannya dan memiliki hubungan dekat dengan Tiongkok, yang menurut para analis memasok sebagian besar persenjataannya.

Negara ini mengelola daerah kantong semi-otonom di perbatasan dengan provinsi Yunnan di Tiongkok yang menggunakan mata uang yuan Tiongkok dan memperoleh listrik dan internet dari penyedia Tiongkok.

Kelompok tersebut menguasai Hopang pada bulan Januari setelah kelompok etnis bersenjata sekutu merebut wilayah tersebut dari militer dan menyerahkannya.

Dalam persidangan terbuka di sebuah "taman budaya" di kota itu, enam orang lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara yang panjang, kata Wa News Land tanpa menyebutkan kejahatan mereka.

"Hukuman mati telah dijatuhkan, tetapi kami tidak akan mengeksekusinya di depan umum," kata seorang pejabat pengadilan kepada media tersebut.

Banyak kelompok etnis bersenjata Myanmar menjalankan sistem hukum paralel di wilayah yang mereka kuasai di sepanjang perbatasan negara.

Pada bulan April, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar (MNDAA) mengeksekusi tiga personelnya atas tuduhan pembunuhan dan karena menjual senjata dan amunisi yang dicuri dari kelompok tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.