Rawan Koreksi Lanjutan
Senin, 28 Okt 2024, 08:41 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih tertekan awal pekan ini. Sentimen eksternal diperkirakan masih dominan mempengaruhi pergerakan rupiah, hari ini (28/10).
Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra melihat faktor penekan rupiah dari ketegangan yang meningkat di Timur Tengah dan ekspektasi kemenangan Trump di pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) bulan depan.
Menurutnya, potensi perang di Timur Tengah bisa menimbulkan gejolak ekonomi seperti naiknya harga energi, memicu pelaku pasar mencari aman di aset safe haven seperti dollar AS. Hal itu bisa menekan pergerakan rupiah.
Karenanya, Ariston memproyeksikan kurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (28/10), bergerak di kosaran 15.500 - 15.700 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnua, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (25/10) sore, melemah 63 poin atau 0,40 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.647 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi di tengah aktivitas bisnis Amerika Serikat (AS) yang membaik.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.