Keren, Ilmuwan Tiongkok Kembangkan 'Batu Bata Bulan' untuk Membangun Pangkalan

Senin, 21 Okt 2024, 14:50 WIB

Beijing - Tim ilmuwan Tiongkok mengembangkan batu bata dari bahan yang memiliki komposisi serupa dengan tanah Bulan, dengan harapan dapat digunakan untuk membangun pangkalan di Bulan di masa mendatang.

Menurut cuplikan video terbaru yang diberikan kepada Xinhua oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Huazhong (Huazhong University of Science and Technology/HUST), sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Ding Lieyun menggunakan tiruan (simulant) tanah Bulan untuk membuat "batu bata Bulan" yang memiliki kekuatan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan batu bata merah standar atau batu bata beton.

Tim ini juga mengembangkan opsi konstruksi lain dengan teknologi manufaktur aditif. Para peneliti menciptakan robot pencetak 3D untuk mencetak bangunan menggunakan tanah Bulan.

Menurut Zhou Cheng dari HUST, tim peneliti tersebut menggunakan lima komposisi tiruan tanah Bulan yang berbeda dan tiga proses penyinteran (sintering) yang berbeda, yang dapat memberikan data ilmiah lebih akurat dalam pemilihan material dan optimasi proses untuk konstruksi pangkalan di Bulan di masa depan.

Komposisi tanah Bulan bervariasi di berbagai lokasi yang berbeda di Bulan, kata Zhou. Dia menambahkan bahwa ada satu komposisi yang menyimulasikan tanah Bulan di lokasi pendaratan Chang'e-5, tanah yang sebagian besar berupa batuan basal. Beberapa komposisi lainnya menyimulasikan tanah Bulan yang ditemukan di lokasi-lokasi lain, tanah yang sebagian besar terdiri dari batuan anorthosite.

Zhou menjelaskan bahwa batu bata Bulan ini perlu menjalani uji kinerja guna menentukan apakah kinerja mekanisnya akan menurun di lingkungan Bulan dan apakah batu bata tersebut dapat bertahan di Bulan yang memiliki frekuensi gempa tinggi.

Bulan memiliki lingkungan vakum dengan radiasi kosmis signifikan. Suhu di permukaan Bulan mencapai lebih dari 180 derajat Celsius pada siang hari, dan turun ke minus 190 derajat Celsius pada malam hari. Tim peneliti harus menentukan seberapa baik kemampuan insulasi batu bata tersebut dan kemampuan material tersebut dalam menahan radiasi, kata Zhou.

Menurut Tiongkok Central Television, batu bata Bulan ini akan dikirim ke stasiun luar angkasa Tiongkok menggunakan wahana antariksa kargo Tianzhou-8 guna memverifikasi kinerja mekanis dan termalnya, serta kemampuannya dalam menahan radiasi kosmis. Batu bata Bulan pertama itu diperkirakan akan kembali ke Bumi pada akhir 2025.

Tiongkok pada Selasa (15/10) mengumumkan program pengembangan jangka menengah hingga jangka panjang nasionalnya untuk ilmu antariksa, yang menguraikan peta jalan untuk pengembangan ilmu antariksa di Tiongkok hingga 2050. Stasiun penelitian Bulan internasional, yang diprakarsai oleh Tiongkok, akan dibangun pada fase kedua program ini dari 2028 hingga 2035.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.