Cegah Lonjakan Inflasi, Gerakan Pangan Murah Upaya Stabilkan Harga dan Bantu Rakyat Jabar

Kamis, 17 Okt 2024, 00:22 WIB

Bandung - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan gerakan pangan murah yang digelar secara serentak di 27 kota kabupaten, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Bey yang membuka program tersebut di lapangan bola Desa Sukaurip Kecamatan Balongan, Indramayu, Rabu ini, didampingi oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indramayu Dedi Taufik, menyebutkan bahwa gerakan ini juga dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-44.

"Ini sangat baik karena membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga murah dan terjangkau, serta menjaga stabilitas harga pangan di pasaran," ujar Bey dalam keterangan di Bandung, Rabu.

Dalam gerakan ini, beberapa komoditas pangan seperti beras SPHP, dijual dengan harga Rp58.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp14.500 per botol, terigu kemasan Rp9.000 per kilogram, telur ayam Rp24.000 per kilogram.

Lalu, beras premium Rp65.000 per 5 kilogram daging ayam Rp20.000 per kilogram, bawang merah Rp22.000 per kilogram, daging sapi Rp50.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, sayuran Rp5.000 per pak, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.

"Mari manfaatkan gerakan pangan murah ini karena harganya terjangkau dan kualitasnya terjaga," ucapnya.

Bey juga berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi di semua daerah, termasuk mengupayakan adanya sistem logistik daerah yang efektif demi mewujudkan ketahanan pangan.

Menurut dia, hasil panen harus bisa dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang wajar, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian seperti Indramayu.

Sementara itu, Pjs Bupati Indramayu Dedi Taufik mengatakan program gerakan pangan murah diharapkan bisa mempermudah akses kebutuhan pokok di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.

Ia menekankan pentingnya sektor pertanian dalam ekonominasional dan daerah, di mana pertanian berperan vital sebagai penyedia bahan pangan, instrumen pengentasan kemiskinan, serta penyedia lapangan kerja.

"Ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan keluarga," ujarnya.

Terkait fluktuasi harga, Dedi mengaku hal ini masih menjadi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, oleh karenanya, ia berharap adanya sistem logistik daerah yang mampu menjaga stabilitas harga dan mengurangi dampak inflasi di Indramayu.

"Ini demi kesejahteraan masyarakat Indramayu yang kita cintai. Gerakan Pangan Murah ini sangat bermanfaat, semoga ketahanan pangan kita semakin terjaga," tuturnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.