• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Laporan Suku Inuit Perkuat...

Laporan Suku Inuit Perkuat Dugaan

Senin, 14 Okt 2024, 06:25 WIB

Para arkeolog pada tahun ini telah menemukan ratusan penemuan baru di bangkai kapal HMS Erebus yang terjebak es pada 1845. Kapal yang terjebak es di dalam es di King William Sound (Selat Victoria) selama tiga tahun itu mengakibatkan kematian ke-135 awaknya, dalam perjalanannya yang gagal ke Arktik

Pada kapal yang dikomandoi oleh Sir John Franklin, ditemukan pistol, botol obat-obatan yang disegel, peti pelaut, dan peralatan navigasi. Semua ini sekarang sedang dipelajari untuk mendapatkan petunjuk guna menjelaskan hilangnya kapal HMS Erebus dan HMS Terror serta kematian 129 awaknya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pekerjaan ini dianggap sangat mendesak karena bangkai kapal HMS Erebus yang ditemukan 10 tahun lalu di perairan dangkal di Wilmot dan Teluk Crampton di Arktik Kanada, sekarang dihantam oleh badai yang semakin hebat seiring perubahan iklim yang mencengkeram wilayah tersebut.

"Beberapa bagian dek atas kapal runtuh baru-baru ini dan beberapa bagian lainnya miring dengan berbahaya," kata Jonathan Moore, manajer tim bawah air Parks Canada yang menyelesaikan eksplorasi terbaru bangkai kapal tersebut.

Upaya para penyelidik makin mendesak karena Covid-19, yang menghentikan semua eksplorasi pada tahun 2020 dan 2021, dan cuaca buruk yang sangat mengganggu penyelidikan pada tahun 2018. Akibatnya, para arkeolog kelautan harus berpacu dengan waktu untuk mengungkap misteri kapal tersebut.

Sir John Franklin berangkat dari Greenhithe di Kent pada tahun 1845 untuk menemukan Northwest Passage, rute kutub yang menghubungkan Atlantik dan Pasifik. Kapalnya, HMS Erebus dan HMS Terror telah dilengkapi dengan baling-baling bertenaga uap untuk membantu mereka bermanuver di es sementara palka kapal mereka diisi dengan perbekalan makanan kaleng selama tiga tahun.

Namun, kapal-kapal tersebut gagal kembali, dan baru pada tahun 1850-an penjelajah Skotlandia John Rae setelah mewawancarai suku Inuit menemukan bahwa Franklin telah meninggal pada tahun 1847 setelah kapal-kapalnya terperangkap di es laut selama dua tahun. Kemudian anak buahnya, yang saat itu kelaparan, mulai saling memakan. Lalu pada tahun 1997, tulang-tulang beberapa awak kapal ditemukan di dekat Pulau King William dengan tanda-tanda yang sesuai dengan bekas-bekas kanibalisme.

Terjebak di dalam es selama bertahun-tahun dan menderita penyakit kudis, kelaparan, dan kemungkinan keracunan timbal dari kaleng makanan yang tidak diawetkan dengan baik, para lelaki itu mengalami nasib yang mengerikan.

Catatan tentang nasib ekspedisi Franklin yang ditemukan pada bulan Mei 1859 di dekat Pulau King William. Namun, rangkaian kejadian yang menyebabkan para penyintas ekspedisi meninggalkan kapal mereka untuk melakukan upaya putus asa mencari keselamatan di selatan tampaknya ditakdirkan untuk tetap menjadi misteri hingga penemuan bangkai kapal HMS Erebus pada tahun 2014 dan HMS Terror pada tahun 2016.

Kini, penemuan tersebut menawarkan prospek yang menggiurkan untuk memahami secara tepat perkembangan bencana yang melanda ekspedisi dan awak kapal. Satu laporan dari legenda Inuit menunjukkan bahwa setidaknya satu jasad masih berada di HMS Erebus setelah ditinggalkan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.