Penjualan Tiket Film di Tiongkok Turun 23 Persen Selama Libur Hari Nasional

Minggu, 13 Okt 2024, 16:10 WIB

Hari Nasional Tiongkok adalah hari libur nasional yang dirayakan setiap tahunnya di Tiongkok pada tanggal 1 Oktober. Perayaan hari nasional ini berlangsung selama seminggu, yaitu dari tanggal 1 Oktober hingga 7 Oktober. Perayaan Hari Nasional Tiongkok dirayakan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah menonton film.

Namun, dilansir dari Variety, pada Hari Nasional di Tiongkok yang diselenggarakan tahun ini, Negeri Tirai Bambu tersebut mengalami penurunan yang signifikan dalam penjualan tiket film dengan angka yang mencolok, yaitu 23%. Data terbaru dari Maoyan, ketua tiket film terkemuka, mengungkapkan bahwa total pendapatan kotor nasional selama periode tujuh hari ini mencapai sekitar 2,10 miliar renminbi (sekitar 297 juta dolar AS), dengan rata-rata pendapatan harian sekitar 300 juta renminbi (42,5 juta dolar). Sekitar 52 juta tiket berhasil terjual dalam rentang waktu tersebut.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: CGTN

Film perang yang banyak dinantikan, "The Volunteers: The Battle of Life and Death," berhasil meraih posisi teratas dengan pendapatan impresif sebesar 805 juta renminbi (114 juta dolar AS). Film ini menunjukkan daya tarik luar biasa di kalangan penonton keluarga, berhasil menarik lebih banyak perhatian dibandingkan dengan film-film lainnya. Di posisi kedua terdapat film kriminal "Tiger Wolf Rabbit," yang mencatatkan pendapatan sebesar 359 juta renminbi (50,8 juta dolar AS), sementara film fiksi ilmiah "Bureau 749" menempati posisi ketiga dengan pendapatan 356 juta renminbi (50,4 juta dolar AS).

Komedi laga "Panda Plan" yang dibintangi oleh Jackie Chan berada di posisi keempat dengan pendapatan 215 juta renminbi (30,5 juta dolar), sementara "High Forces," film yang dibintangi oleh Andy Lau, mengumpulkan lebih dari 170 juta renminbi (24,1 juta dolar), menempatkannya di posisi kelima. Menariknya, "High Forces" menunjukkan performa terbaik di kota-kota besar, menunjukkan adanya preferensi khusus dari penonton di wilayah tersebut.

Namun, meskipun beberapa film berhasil meraih kesuksesan, secara keseluruhan, pendapatan box office tahun ini mengalami penurunan yang signifikan. Selama periode yang sama di tahun lalu, total pendapatan mencapai 6,69 miliar dolar AS atau sekitar 47,5 miliar renminbi, sedangkan tahun ini hanya mencatatkan 5,17 miliar dolar AS atau sekitar 36,7 miliar renminbi, hal ini tentu menandakan penurunan lebih dari 22%.

Di balik penurunan ini, Maoyan menyoroti beberapa aspek positif yang menggembirakan. Lima film teratas masing-masing berhasil meraup lebih dari 100 juta renminbi, untuk tahun kedua berturut-turut, menunjukkan adanya potensi yang kuat di industri perfilman. Selain itu, hari pertama liburan mencatatkan angka box office tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yaitu lebih dari 494 juta renminbi (70 juta dolar AS), menandakan antusiasme penonton yang meningkat di awal musim liburan.

Analisis dari Maoyan juga menunjukkan bahwa ada peningkatan frekuensi menonton bioskop. Data ini menunjukkan kembalinya jumlah penonton yang sedang dan sering menonton film di bioskop setelah beberapa tahun mengalami penurunan akibat pandemi. Hal ini mungkin menjadi indikator bahwa kebiasaan menonton bioskop mulai menguat kembali, meskipun tantangan besar masih dihadapi oleh industri film.

Di tengah kondisi yang tidak ideal ini, para produser dan pemangku kepentingan industri perfilman di Tiongkok berharap untuk meningkatkan daya tarik film dengan konsep yang lebih variatif dan inovatif. Meskipun situasi saat ini cukup menantang, adanya film-film dengan performa baik memberikan harapan bahwa industri film Tiongkok dapat bangkit dan menarik kembali penonton untuk kembali menonton di layer lebar.

Dengan harapan bahwa tren positif ini dapat terus berlanjut, pengamat industri akan terus memantau perkembangan dan strategi yang diterapkan oleh para pelaku industri film dalam upaya menarik lebih banyak penonton ke bioskop.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.