Chelsea Awali Kompetisi Kasta Ketiga

Kamis, 03 Okt 2024, 07:04 WIB

LONDON - Hanya tiga tahun setelah dinobatkan sebagai raja Eropa (juara Liga Champions), Chelsea kini mendapati diri berlaga di kompetisi kasta ketiga, Liga Konferensi UEFA. The Blues mengalami periode yang sulit baik di dalam maupun di luar lapangan sejak memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah klub itu tahun 2021.

Kemenangan berkesan 1-0 atas Manchester City di Porto tiga tahun silam akan terasa seperti kenangan lama ketika Chelsea memulai langkah di Liga Konferensi yang tidak begitu bergengsi melawan klub kecil asal Belgia, Gent, Jumat (4/10) dini hari WIB. Keberhasilan di Liga Champions tampaknya akan menjadi pijakan untuk periode emas setelah Chelsea kemudian memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA dan Piala Super Eropa musim berikutnya.

Ket. Foto: merayakan gol I Gelandang Chelsea, Cole Palmer (kanan) merayakan gol bersama rekan setimnya saat pertandingan Liga Premier Inggris antara Chelsea versus Brighton dan Hove Albion di Stamford Bridge, London, pekan lalu. Chelsea akan menghadapi Gent di Liga Konferensi, Jumat (4/10) dini hari WIB. — Sumber: Glyn KIRK / AFP

Namun, alih-alih menghadapi kekuatan besar Eropa seperti City, Real Madrid, dan Bayern Munich, Chelsea justru akan menghabiskan laga-laga Eropa di kompetisi kasta ketiga. Dia menghadapi lawan yang kurang dikenal seperti Noah, Astana, Shamrock Rovers, dan Heidenheim.

Hanya bek Reece James dan Ben Chilwell, yang tersisa dari tim yang mengalahkan City di final Liga Champions 2021. Kai Havertz, pahlawan yang mencetak gol bagi Chelsea dalam pertandingan melawan City, kini bermain untuk rival sesama klub asal London, Arsenal, setelah kehilangan tempatnya di Stamford Bridge. N'Golo Kante, Thiago Silva, Jorginho, Cesar Azpilicueta, Mason Mount, dan Antonio Rudiger semuanya telah pergi.

Thomas Tuchel dipecat sebagai pelatih oleh pemilik Chelsea, Todd Boehly, setahun setelah membawa Chelsea meraih kemenangan di Portugal. Kemunduran Chelsea terjadi dengan cepat sejak saat itu. Dia di posisi ke-12 dan ke-6 di dua musim terakhir disertai dengan kekeringan trofi domestik yang berlangsung sejak 2018.

Boehly dan pemilik bersama Behdad Eghbali telah menghabiskan lebih dari 1 miliar pound (20 triliun rupiah) untuk memboyong sejumlah pemain baru. Tapi mereka gagal bersinar sejak membeli klub dari Roman Abramovich pada 2022.

Keduanya juga membuat sejumlah langkah terburu-buru, mempekerjakan Graham Potter dan memecat Mauricio Pochettino setelah hengkangnya Tuchel yang tiba-tiba. Lalu, menggunakan Frank Lampard sebagai pelatih sementara yang tidak meyakinkan. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.