Transaksi Repo Ditarget Rp30 Triliun per Hari
Selasa, 01 Okt 2024, 07:58 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) menargetkan transaksi Repurchase Agreement (Repo) mencapai 30 triliun rupiah per hari pada 2030 dengan mulai beroperasinya Central Counterparty untuk Pasar Uang dan Valuta Asing (CCP PUVA).
"Lima tahun berdasarkan strategic business plan, akan kita tingkatkan per day dari Rp14 triliun menjadi 30 triliun rupiah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara peluncuran CCP PUVA di Jakarta, Senin (30/9).
Perry menuturkan CCP PUVA atau Central Counterparty derivatif suku bunga dan nilai tukar (CCP SBNT) akan mendukung pendalaman pasar uang dan meningkatkan volume transaksi Repo ke depan. Tenor Repo juga akan diperluas menjadi 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 12 bulan.
"Repo dalam 10 tahun terakhir rata-rata harian setelah kita bekerja sama dengan industri naik dari di bawah 1 triliun rupoah hanya beberapa ratus miliar per day, sekarang adalah 14 triliun rupiah per day," ujarnya.
Selain itu, BI juga menargetkan ke depan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) mengalami peningkatan menjadi 1 miliar rupiah per hari. "DNDF sekarang per day baru 100 juta rupiah, dalam lima tahun ayo kita tingkatkan jadi 1 billion (rupiah) per day," ujarnya.
CCP bertindak sebagai lembaga yang menjalankan kliring dan pembaruan utang bagi transaksi anggotanya. Dalam melakukan novasi, CCP menempatkan dirinya di antara para pihak yang melakukan transaksi guna memitigasi risiko kredit lawan transaksinya, risiko likuiditas, dan risiko pasar terhadap pergerakan harga di pasar.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan sejumlah peraturan untuk memastikan kesiapan perbankan dan pelaku industri menghadapi implementasi transaksi melalui CCP.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Belgia vs Mesir: Duel Generasi Emas dan Ambisi Kebangkitan di Grup G Piala Dunia 2026
-
Ekuador Makin Kacau, Status Darurat Berlaku di 10 Wilayah
-
Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan
-
Ini Cara Naik TransJakarta dan KRL Lebih Hemat
-
RI Masih Rentan terhadap Gejolak Global, BI Lanjut Menaikkan Suku Bunga Acuan
-
Kunci Sukses UMKM Kebaya Tembus Pasar Internasional ala Vielga Wennida
-
Waoww …Mantan Gubernur BI Mulai Dibidik KPK, Terkait Kasus Anyar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.