- Home
-
- Luar Negeri
-
- Topan Super Krathon Mendek...
Topan Super Krathon Mendekati Taiwan, Ribuan Orang Dievakuasi
Selasa, 01 Okt 2024, 14:00 WIBTAIPEI - Taiwan menutup sekolah dan mengevakuasi ribuan orang di wilayah selatan pulau itu pada hari Selasa (1/10) menjelang kedatangan Topan Super Krathon setelah presiden memperingatkan topan kemungkinan akan menyebabkan "kerusakan besar".
Topan Krathon, yang disertai angin berkecepatan 198 kilometer per jam (123 mil per jam), setara dengan badai Kategori 3, dan hembusan hingga 245 km/jam diperkirakan akan menerjang daratan pada hari Rabu dekat kota pelabuhan utama Kaohsiung.
Kantor dan sekolah ditutup di Taiwan selatan dan timur. Kementerian dalam negeri mengatakan lebih dari 7.700 orang telah dievakuasi dari daerah rentan sebagai tindakan pencegahan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te memperingatkan topan Krathon "pasti dapat menyebabkan kerusakan besar".
"Jalur Krathon relatif jarang, masuk dari selatan dan keluar dari timur. Oleh karena itu, kita harus sangat waspada," katanya dalam jumpa pers pemerintah.
Hampir 40.000 tentara bersiaga untuk misi bantuan, kata kementerian pertahanan.
Puluhan penerbangan internasional dan domestik dibatalkan.
Di bagian selatan Kaohsiung, tempat topan diperkirakan akan menerjang daratan, warga mengisi karung pasir dan mendirikan penghalang di sekeliling rumah mereka serta menutup jendela dengan lakban untuk melindungi diri dari banjir.
Petugas penjaga pantai yang berpatroli di dekat tempat wisata populer Teluk Sizihwan meminta warga untuk menjauh karena ombak besar dapat menghantam pantai.
Ou Rui-yao (82), seorang pensiunan yang sedang mengamati burung di daerah tersebut, mengatakan telah melakukan persiapan di rumah seperti memasang penghalang banjir.
"Kita harus sangat berhati-hati karena topan ini pasti sangat kuat," kata Ou. "Karena air pasang, kami telah memasang penghalang air," katanya.
"Untuk seluruh Taiwan, kita tidak bisa meremehkan topan ini."
Badai Hantam Pulau-pulau Terpencil
Topan tersebut berada sekitar 230 kilometer selatan-barat daya Kaohsiung pada pukul 11.00 pagi (0300 GMT), kata Badan Cuaca Pusat.
Badai tersebut mendekati Taiwan setelah menghantam gugusan pulau terpencil di Filipina, yang mengakibatkan listrik dan komunikasi terputus serta merusak "banyak" rumah, menurut wali kota setempat.
Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina mengatakan Selasa hampir 1.800 orang telah dievakuasi, sekitar setengahnya di kepulauan Batanes dekat Taiwan selatan.
Penjaga pantai Taiwan mengatakan sebuah kapal Barbados, "Blue Lagoon," di laut lepas kota tenggara Taitung kemasukan air dan miring akibat badai, 19 awaknya menunggu untuk diterbangkan ke tempat aman ketika kondisi memungkinkan.
Di seluruh Taiwan, 15 korban luka ringan terkait topan dilaporkan hingga Selasa, kata pihak berwenang tanpa memberikan rincian.
Di Taitung, dimana hujan lebat dan gelombang setinggi tujuh meter (23 kaki) terjadi akibat badai, seorang pria dikirim ke rumah sakit setelah truknya tertimpa batu besar yang jatuh saat sedang melaju di sepanjang rute pegunungan, kata media setempat.
Topan sering terjadi di wilayah ini pada saat ini.
Namun, studi terkini menunjukkan bahwa mereka semakin terbentuk di dekat garis pantai, menguat lebih cepat, dan bertahan lebih lama di daratan akibat perubahan iklim.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Pemerintah Perkuat UMKM Pertanian Lewat Inovasi, Akses Pasar, dan KUR
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Iran "Tutup Pintu" Dialog! Tolak Mentah-mentah Perundingan Putaran Kedua dengan AS
-
KOTA Malang Was-was Keberadaan Minyakita
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.