OIKN Siapkan Warga untuk Manfaatkan EBT

Senin, 30 Sep 2024, 00:01 WIB

NUSANTARA - Program coding mum, coding difabel, dan solar mum merupakan wujud nyata komitmen Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menyiapkan masyarakat melakukan transformasi hijau dan digital. OIKN dengan serius menyiapkan warga untuk bisa memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Tidak hanya berfokus pada literasi digital, Otorita IKN juga menyiapkan program solar mum yang bertujuan melatih ibu rumah tangga untuk memanfaatkan teknologi energi terbarukan," kata Deputi bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, pada kegiatan peresmian program coding mum, coding difabel, dan solar mum batch 3, di Nusantara, Sabtu (28/9). Setelah berhasil melakukan pelatihan di Desa Bukit Raya dan Desa Argomulyo, OIKN melalui Kedeputian bidang Transformasi Hijau dan Digital kembali menggelar program coding mum, coding difabel, dan solar mum batch ketiga.

Ket. Foto: Deputi bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari website resmi OIKN, pelatihan batch 3 ini dibuka dan dilaksanakan di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara yang nantinya menjadi wilayah IKN. Adapun peserta pelatihan kali ini sebanyak 41 peserta yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Sepaku.

Lebih jauh, Ali berharap para ibu rumah tangga dapat memanfaatkan energi matahari secara efektif. Para ibu yang menjadi peserta program pelatihan dapat meningkatkan kesejahteraannya dan mampu menularkan keterampilannya kepada masyarakat di sekitar. "Kami berharap ibu-ibu semua akan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Sebagai agen perubahan peran ibu sangat penting untuk menyebarkan dan turut melatih pengetahuan yang didapat kepada masyarakat lainnya. Inilah inti dari transformasi yang kita bangun di Nusantara," ujar Ali.

Transformasi Digital

Dia mengatakan, melalui program coding mum, coding difabel, dan solar mum, pemerintah tidak hanya membangun Nusantara yang canggih secara teknologi, tetapi juga masyarakat. Semua warga adalah bagian penting dari transformasi digital yang sedang dibangun di IKN. "Saya merasa sangat bangga melihat semangat dan antusiasme yang besar dari para peserta coding mum, coding difabel, dan solar mum batch ketiga. Kami percaya setiap individu memiliki potensi yang luar biasa, dan teknologi adalah salah satu alat yang mampu mewujudkan potensi tersebut," ujar Ali.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, mengatakan peserta pelatihan berasal dari Desa Binuang, Telemong, Maridan, Pemaluan, Semoi 2, Sukaraja, dan Wonosari. Profil peserta sangat beragam mulai dari usia 18 sampai 48 tahun. Dengan latar belakang Pendidikan bervariasi dari SD sampai S1. Keberagaman ini mencerminkan inklusivitas yang menjadi landasan dari pelaksanaan program ini. Materi pelatihan meliputi desain grafis, pembuatan website, dan digital marketing.

Progam ini akan dilaksanakan selama 12 kali pertemuan setiap hari Sabtu dan Minggu. Terkait, program solar mum, Direktur Transformasi Hijau Otorita IKN, Agus Gunawan, menjelaskan peserta akan mendapatkan keterampilan untuk memanfaatkan dan merawat solar panel. "Dengan energi surya yang nanti diperkenalkan perawatannya, nanti ibu-ibu bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mendapatkan listrik gratis untuk sinar lampu dan juga untuk charging HP," ujarnya.

Selain itu, saat ini Otorita IKN tengah merencanakan implementasi solar panel di desa dengan skala yang lebih besar. "Kami merencanakan akan ada implementasi solar panel dari desa yang kita pilih, tidak hanya skala kecil, tapi bisa menerangi rumah ibadah, masjid, ataupun untuk penerangan jalan raya. Ini sudah sedang kita inisiasi," ujar Agus.

Sebelumnya, Deputi bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP), Rumadi Ahmad, mengatakan pemerintah dipastikan libatkan organisasi penyandang disabilitas dalam pembangunan IKN tahap kedua, demi mewujudkan ibu kota yang inklusif dan mudah diakses. Rumadi mengakui saat ini pelibatan kelompok maupun organisasi penyandang disabilitas masih kurang maksimal.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.