Tiongkok Lakukan Patroli Udara dan Laut di Dekat Terumbu Karang LTS

Sabtu, 28 Sep 2024, 12:26 WIB

BEIJING - Angkatan laut dan udara Tiongkok melakukan patroli di sekitar terumbu karang titik nyala di Laut Tiongkok Selatan pada hari Sabtu (28/9), setelah serangkaian peristiwa menegangkan melibatkan negara-negara termasuk Filipina di jalur perairan yang disengketakan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, menepis klaim beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Filipina, dan keputusan internasional bahwa pernyataannya tidak memiliki dasar hukum.

Ket. Foto: Pelaut Filipina mengamati kapal HMCS Montreal milik Kanada selama Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral (MMCA) gabungan Filipina, AS, Kanada, dan Australia di Laut Tiongkok Selatan. — Sumber: AFP/Angkatan Bersenjata Filipina

Klaimnya mencakup perairan sekitar Scarborough Shoal -- yang direbut Beijing dari Manila pada tahun 2012 -- tempat Komando Teater Selatan militer Tiongkokmengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah mengadakan patroli udara dan laut.

Patroli di wilayah tersebut biasanya dilakukan oleh Penjaga Pantai Tiongkok.

Rantai terumbu dan batu berbentuk segitiga ini terletak 240 kilometer (150 mil) di sebelah barat pulau utama Filipina, Luzon, dan hampir 900 kilometer dari daratan utama Tiongkokterdekat, Hainan.

Beijing mengatakan kegiatan pelatihan di sekitar beting itu meliputi "pengintaian, peringatan dini, dan patroli udara-laut".

"Negara-negara tertentu di luar kawasan ini tengah menimbulkan masalah di Laut Tiongkok Selatan, yang menciptakan ketidakstabilan di kawasan tersebut," kata Komando Teater Selatan dalam sebuah pernyataan.

"Tiongkok memegang kedaulatan yang tak terbantahkan atas Pulau Huangyan dan perairan di sekitarnya," tambahnya, menggunakan nama Tiongkokuntuk Beting Scarborough.

Ketegangan antaraTiongkokdan Filipina telah berkobar dalam beberapa bulan terakhir selama serangkaian konfrontasi di perairan sekitar Second Thomas Shoal dan Sabina Shoal yang disengketakan.

Pada bulan Juli, kedua belah pihak mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan sementara mengenai misi pasokan ulang ke kapal Filipina, Sierra Madre, yang berlabuh di Second Thomas Shoal dengan satu garnisun di dalamnya, yang bertujuan untuk menegaskan klaim Manila atas terumbu karang tersebut.

Beijing mengatakan pada hari Jumat mereka telah "mengawasi" sebuah kapal Filipina saat mengirimkan pasokan sebagai bagian dari misi pasokan ulang ke kapal yang kandas di beting tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.