Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Kolera di Sudan Tembus 15.000, Korban Meninggal 500 Lebih

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 09:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Kolera di Sudan Tembus 15.000, Korban Meninggal 500 Lebih Doc: northafricapost.com
Ket. Wabah kolera yang mematikan melanda Sudan yang dilanda perang.

KAIRO - Jumlah kasus kolera di Sudan melampaui 15.000 kasus, dengan korban meninggal mencapai lebih dari 500 orang, kata Kementerian Kesehatan negara tersebut pada Jumat (27/9).

Otoritas Sudan mengumumkan wabah kolera pada Agustus.

Penyakit tersebut merupakan infeksi yang sangat menular yang menyebar melalui sejumlah faktor seperti makanan dan air yang terkontaminasi.

Kolera dapat menyebabkan diare akut dan bisa berakibat fatal hanya dalam beberapa jam pada kasus parah yang tidak diobati.

"Insiden penyakit di 10 provinsi naik menjadi 15.577, 506 orang yang meninggal," kata kementerian melalui pernyataan.

Sebelumnya pada April 2023, terjadi bentrokan antara angkatan bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter.

Sejak itu para pihak bertikai melakukan beberapa kali gencatan senjata sementara di seluruh negeri, namun tidak mampu membantu menyelesaikan konflik antar keduanya.

Komite Internasional Palang Merah memperingatkan bahwa pertempuran yang masih berlangsung dapat menyebabkan wabah penyakit sekaligus melemahkan sistem layanan kesehatan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.