Usut Tuntas, Otoritas Tiongkok Investigasi Penusukan Warga Jepang di Shenzhen

Kamis, 19 Sep 2024, 00:30 WIB

Beijing - Otoritas berwenang Tiongkok masih melakukan investigasi terhadap insiden penusukan seorang pelajar Jepang di Shenzheng, Provinsi Guandong.

"Pada 18 September pagi, seorang pelajar berusia 10 tahun di satu sekolah Jepang di Shenzhen ditusuk oleh seorang pria sekitar 200 meter dari gerbang sekolah. Siswa yang terluka segera dikirim ke rumah sakit dan sudah dilakukan upaya untuk menyelamatkannya. Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.

Seorang pria dengan nama belakang Zhong berusia 44 tahun kemudian ditangkap di tempat kejadian.

"Saya juga ingin menegaskan kembali bahwa Tiongkok akan terus mengambil langkah-langkah efektif untuk melindungi keselamatan semua orang asing di Tiongkok," tambah Lin Jian.

Insiden tersebut terjadi tepat pada peringatan 93 tahun pemboman Jepang terhadap rel kereta api dekat Shenyang, awal dari Insiden Manchuria yang menyebabkan invasi Jepang ke Tiongkok timur laut pada 1931.

"Tiongkok adalah negara yang diatur supremasi hukum. Kami selalu terbuka atas orang-orang dari seluruh dunia, termasuk Jepang, untuk datang, belajar, berbisnis dan tinggal di Tiongkok," ungkap Lin Jian.

Kedutaan Besar Jepang di Beijing pun mengeluarkan peringatan setelah serangan di Shenzhen, dengan mengatakan telah terjadi insiden penusukan dan memperingatkan wara Jepang di seluruh Tiongkok terhadap orang-orang yang mencurigakan.

Sekolah Jepang di Shenzhen memutuskan untuk tutup selama sisa pekan ini.

Sekolah Jepang Shenzhen berada di lingkungan tempat tinggal banyak orang Jepang.Shenzhen memiliki sekitar 3.600 penduduk Jepang, atau kota dengan populasi warga Jepang terbesar kelima di Tiongkok.

Sedangkan sekolah Jepang lain di Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, mengimbau pelajar dan para orang tua untuk menghindari terdengar berbicara bahasa Jepang di luar ruangan dan menyarankan anak-anak agar tidak keluar jika mereka tidak ditemani oleh orang dewasa.

Beberapa komentar bernada kebencian muncul di media sosial Tiongkok Weibo seperti "Orang Jepang harus meninggalkan Tiongkok" dan "Hati-hati dengan mata-mata di sekolah-sekolah Jepang".

Rangkaian serangan terhadap warga negara Jepang di Tiongkok dikhawatirkan akan semakin memperburuk hubungan bilateral dan menghambat investasi Jepang di Tiongkok serta lalu lintas masyarakat antara kedua negara.

Pemerintah Jepang juga untuk pertama kalinya akan memberikan subsidi keamanan bus untuk sekolah-sekolah Jepang di Tiongkok senilai 350 juta yen (sekitar Rp37 miliar) untuk mempekerjakan petugas keamanan di bus-bus tersebut.

Hal itu dilakukan pasca serangan di halte bus sekolah di Suzhou, provinsi Jiangsu terhadap perempuan Jepang dan anaknya laki-laki pada 24 Juni 2024 lalu.

Atas serangan tersebut, seorang perempuan Tiongkok, Hu Youping, yang bertugas sebagai petugas di bus sekolah meninggal dunia karena terluka parah demi menghalangi pelaku serangan untuk naik ke bus.

Dua pekan sebelumnya, terjadi penusukan terhadap empat orang dosen asal Amerika Serikat (AS) ketika mengunjungi Taman Beishan di kota Jilin, provinsi Jilin.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.