- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perubahan Iklim Akan Perbu...
Perubahan Iklim Akan Perburuk Krisis Kesehatan Anak
Rabu, 18 Sep 2024, 00:00 WIBLONDON - Filantropis Bill Gates mengingatkan malnutrisi merupakan krisis kesehatan anak terburuk di dunia dan perubahan iklim hanya akan memperburuk keadaan itu.
Dikutip dari The Straits Times, antara 2024 dan tahun 2050, 40 juta lebih anak akan mengalami hambatan pertumbuhan dan 28 juta lebih akan menderita kekurangan gizi, bentuk kekurangan gizi yang paling ekstrem dan tidak dapat dipulihkan, sebagai akibat dari perubahan iklim, kata Yayasan Bill & Melinda Gates dalam sebuah laporan pada Selasa (17/9).
"Kecuali Anda mendapatkan makanan yang tepat, secara umum, baik di dalam kandungan maupun di tahun-tahun awal. Jika tidak, Anda tak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan," kata Gates, salah satu pendiri Microsoft, kepada Reuters dalam sebuah wawancara daring minggu lalu, mengacu pada kapasitas fisik dan mental seorang anak, yang keduanya terhambat oleh kurangnya gizi yang baik.
Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup makanan yang tepat juga lebih rentan terhadap penyakit seperti campak dan malaria, serta kematian dini.
"Sekitar 90 persen dampak negatif perubahan iklim berdampak pada sistem pangan, yang mana ada tahun-tahun ketika panen gagal karena kekeringan atau terlalu banyak hujan," katanya.
Pengurangan Kemiskinan
Gates menyampaikan hal itu sebelum penerbitan laporan tahunan Goalkeepers dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, yang melacak kemajuan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB terkait pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesehatan. Laporan tersebut mencakup proyeksi di atas.
Pada tahun 2023, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 148 juta anak mengalami stunting dan 45 juta mengalami wasting.
Gates menyerukan lebih banyak pendanaan untuk gizi, khususnya melalui platform baru yang dipimpin oleh Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertujuan mengoordinasikan pembiayaan donor, yang disebut Dana Gizi Anak, serta lebih banyak penelitian.
Namun, ia mengatakan uang tersebut tidak boleh diambil dari inisiatif lain yang sudah terbukti, seperti vaksinasi rutin pada anak, untuk tujuan ini.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Komisi Pemberantasan Korupsi Buka Peluang Periksa Istri Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA Kemenhub
-
Pemerintah Didesak Legislator Segera Salurkan Banpang untuk Jutaan KPM pada Ramadan atau Jelang Idul Fitri
-
Pabrik MVP, Rahasia Belanda dan Amerika Serikat 'Cetak' Noortje Driessen & Caden Pierce Jadi Raja 3x3 Dunia
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
Pertamina Tambah Pasokan 710.160 Tabung Elpiji 3 kg untuk Jateng
-
Mendorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA
-
Old Trafford Tamat? Bos Proyek MU Buka Suara Soal Kapan Stadion Baru Resmi Dibuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.